0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penipuan Bermodus Bantuan Masjid Berhasil Dibongkar

Dua pelaku hipnotis di Makassar (merdeka.com)

Timlo.net — La Darise (40), warga asal Kabupaten Sidrap, Sulsel dan Asria alias Sri (44), warga kompleks BTN Hamsi, Makassar ditangkap tim Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel. Mereka merupakan pelaku hipnotis yang beraksi di hampir seluruh wilayah kabupaten di Sulsel hingga ke daerah Kalimantan seperti Samarinda dan Balikpapan.

Keduanya ditangkap Ditreskrimum Polda Sulsel dipimpin AKP Edi Shabara, Selasa (22/8) malam. Sejumlah barang bukti disita. Antara lain cincin, kalung, dan gelang emas imitasi. Barang bukti ini dikenakan pelaku untuk memperdaya calon korbannya dengan berlagak sebagai orang kaya. Dalam aksinya, pelaku melakukan komunikasi satu sama lain dengan menggunakan kata sandi ‘tedong’ yang dalam bahasa Bugis yang artinya hewan kerbau.

“Aksi hipnotis pelaku yang berlagak orang kaya ini mengaku utusan Kerajaan Arab Saudi dan Kerajaan Brunei sengaja datang ke Indonesia untuk memberikan bantuan ke masjid-masjid ini tergabung dalam satu sindikat hipnotis. Selain La Darise dan Asria, masih ada 4 orang lagi yang saat ini identitasnya sudah kami kantongi. Sementara dalam pengejaran,” kata Wakil Direktur Ditreskrimum Polda Sulsel, AKBP Agus Sudarmadi, Rabu, (23/8).

Dari pengakuan kedua pelaku ini, mereka sudah beraksi selama lima tahun, berpindah dari satu daerah ke daerah lain. Meski pengakuan pelaku sudah banyak korbannya hingga puluhan juta rupiah. Tapi laporan polisi yang masuk baru dua.

“Kepada masyarakat, kalau ada yang pernah merasa ditipu dengan dua pelaku ini sebaiknya segera dilaporkan,” kata Agus.

Polisi belum menjumlahkan total uang hasil tipu para pelaku. Tapi, kata Agus, pengakuan sementara pelaku ada 14 TKP aksi mereka. Masing-masing dari korbannya, pelaku berhasil bawa uangnya mulai dari Rp 7 Juta, Rp 20 Juta, Rp 40 Juta hingga Rp 73 Juta.

Agus memaparkan, modus aksi tipu-tipu korban dengan menggunakan hipnotis ini berawal dengan mendekati calon korban di jalan. Aksinya tidak dilakukan di tempat-tempat khusus, cukup di pinggir jalan saja. Setelah berkenalan dan mengobrol dengan calon korban, pelaku mulai menghipnotis dengan cara mengaku utusan dari kerajaan Arab Saudi atau Kerajaan Brunei Darussalam yang datang ke Indonesia untuk memberikan bantuan ke masjid-masjid yang sedang dibangun.

Saat pembicaraan mengalir, dua pelaku yang mengenakan perhiasan melimpah ini dibantu 4 pelaku lainnya sebagai pendukung aksi mulai membujuk agar korban menyerahkan uang atau perhiasan emas yang melekat di tubuh korban. Jika tak ada uang tunai, korban menyerahkan uang setelah menarik dari ATM. Sebagai imbal balik, pelaku menyerahkan tas tangan ke korban yang katanya berisi jimat yang dapat menggandakan uang.

“Tas itu tidak boleh dibuka oleh korban sampai korban tiba di rumahnya. Korban pun baru merasa terperdaya saat tiba di rumah dan membuka isi tas yang isinya hanya guntingan kertas-kertas yang diibaratkan uang,” ujar Agus.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal penipuan atau penggelapan sebagaimana diatur dalam pasal 372 dan atau pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun dan denda sebesar Rp 900 juta.

“Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan hingga 20 hari ke depan sambil menunggu penyidik merampungkan berkas perkara untuk kemudian diserahkan ke Jaksa,” tandas Agus.

[bal]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge