0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terumbu Karang Ilegal Diamankan, Petugas BKSDA dan Avsec Diduga Ikut ‘Bermain’

Kapolda Sulsel Irjen Muktiono (merdeka.com)

Timlo.net – Sebanyak 32 koli terumbu karang jenis coral dan anemon atau hewan laut disita di Bali. Pengungkapan kasus ini setelah Polda Sulsel, Polda Bali dan Balai Besar Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BBKIPM) Makassar, melakukan koordinasi.

Terumbu karang tersebut berasal dari perairan di wilayah Sulsel yang dibeli dari nelayan-nelayan di Kabupaten Pangkep, Sulsel. Diselundupkan melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menuju Bali, secara ilegal karena tidak mengantongi sertifikat kesehatan dari BBKIPM Makassar.

Kapolda Sulsel, Irjen Muktiono mengatakan, penyelundupan terumbu karang dari perairan melibatkan jaringan internasional. Ada warga Singapura yang terlibat. Terbongkarnya kasus ini berasal dari informasi yang diterima pihak BBKIPM Makassar bahwa ada pengiriman terumbu karang secara ilegal. Hal ini kemudian dikoordinasikan dengan Polda Sulsel lalu ditelusuri Polda Bali karena barangnya masuk lewat Pulau Dewata.

Wadirkrimsus, AKBP Yuliar Kus Nugroho mengatakan, warga Singapura yang terlibat bernama Neo Liok Swee alias Desmond. Dia pemilik dari terumbu karang yang disita tersebut.

“Saat penangkapan di Bali, warga Singapura ini tidak ada di tempat. Kita masih kejar dia karena dia adalah pemilik terumbu karang yang dibeli murah di warga lokal, kemudian dijual dengan harga tinggi ke Luar Negeri,” kata Yuliar, Rabu (23/8).

Lebih jauh dijelaskan, 32 koli terumbu karang dikirim ke Bali dalam kondisi terpisah. Masing-masing terbagi dalam 11 tas dan 21 tas, namun dikirim di hari dan waktu yang sama dengan menggunakan pesawat Lion Air.

“Terumbu karang ini lolos terbang ke Bali karena adanya keterlibatan oknum petugas BKSDA dan Aviation Security (Avsec) di bandara sehingga dengan mudahnya barang ini melewati security chek bandara tanpa sertifikat kesehatan. Jika melalui jalur sesuai prosedur, barang ini pasti diperiksa kelengkapan dokumennya,” jelasnya.

Menurut Yuliar, petugas dari BKSDA dan Avsec yang ikut ‘bermain’ saat ini dalam proses pemeriksaan. Disebutkan, 11 koli dalam 11 tas yang berisi 62 buah terumbu karang dari berbagai jenis seperti coral cendol, koral otak dan coral cinarina itu dibawa oleh Iqbal Kaluddin dan Neo Liok Swee alias Desmod dari Makassar.

Terumbu karang ini diperoleh dari CV Virli Jaya Abadi milik Safruddin alias Yogi, CV Banyu Samudera Lestari milik Bambang Supriyo, UD Hidayah milik H Abd Haris, CV Fadil Utama milik Isradi yang dikelola oleh Hendra Jufri.

Setiba di Bali, terumbu karang ini dimasukkan ke farm milik Desmond yang ada di daerah Buleleng, Kabupaten Singaraja, Provinsi Bali. Dua hari kemudian, sebagian dari terumbu karang itu dikirim ke Luar Negeri.

Sementara 300 buah terumbu karang yang di 21 tas itu dibawa dari Makassar ke Bali oleh Saiful Bahri dan Muhlis. Terumbu karang yang diperoleh dari UD Umega milik Nur Diansyah, UD Citra Samudera milik Abd Latif yang dikelola oleh Marsuki Daeng Mile ini disita di Bandara Internasional Ngurah Rai atas koordinasi antara Ditpolair Polda Bali dan BKIPM Denpasar. Diketahui jika terumbu karang ini milik Marsuki Daeng Mile dan Nur Diansyah.

“Tapi saat ini yang baru kita tetapkan sebagai tersangka baru dua orang masing-masing Iqbal Kaluddin dari 11 tas terumbu karang itu dan Muhlis dari 21 tas itu. Nama-nama yang lain itu masih kita dalami, masih pengembangan,” tandas Yuliar.

[did]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge