0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Temuan Rokok Ilegal Meningkat, Ini Alasannya

Kasubsi Penindakan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Kota Solo, Risang Danang (kanan) (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Kota Solo berhasil amankan ribuan batang rokok putih atau ilegal yang beredar diberbagai daerah di Soloraya. Selain produsen yang bersangkutan diproses secara hukum, rokok ilegal yang berhasil diamankan itu juga langsung dimusnahkan untuk memberikan efek jera.

“Selama periode Januari hingga Agustus ini sedikitnya sudah ada 24 produsen rokok ilegal yang kita tangkap,” ujar Kasubsi Penindakan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean kota Solo, Risang Danang kepada wartawan, Rabu (23/8).

Dari penangkapan yang dilakukan itu, pihaknya mengaku berhasil mengamankan sekitar 3.337.660 batang rokok ilegal. Jumlah tersebut meningkat sekitar tiga kali lipat, jika dibandingkan dengan penangkapan pada periode tahun sebelumnya yang hanya mencapai 1.383.020 batang.

Menjamurnya peredaran rokok ilegal itu, lanjut Risang, tidak terlepas dari rendahnya daya beli masyarakat yang disebabkan akibat naiknya cukai rokok yang terjadi setiap tahun.

“Setiap tahun cukai rokok bisa dipastikan selalu naik. Bahkan tahun lalu kenaikannya bisa mencapai sekitar 10 persen. Sehingga kenaikan harga rokok ini dimanfaatkan sejumlah produsen nakal untuk memproduksi rokok ilegal dengan harga yang lebih murah,” jelasnya.

Sementara itu, Kasie Penyuluhan Layanan Informasi, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Kota Solo, Chomariyah menambahkan, untuk meminimalisir peredaran rokok ilegal itu berbagai upaya dan pendekatan terus dilakukan. Pasalnya jika ada yang nekat melakukan produksi rokok ilegal ancamannya pidana.

“Untuk meminimalisir peredaran rokok ilegal itu selain gencar kita lakukan operasi juga kita lakukan pendekatan persuasi. Misalnya sosialisasi dan penyuluhan kepada para pedagang yang menjual. Karena hasil penyidikan yang kita lakukan, tak sedikit para pedagang di pelosok itu yang kurang tahu mengenai roko ilegal tersebut,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge