0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Guru Besar: BK Strategis untuk Pemberdayaan Masyarakat

Seminar Nasional Peran Konselling Dalam Meningkatkan Strategi Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045 di UTP (dok.timlo.net/tyo eka)

 Solo — Guru Besar Konseling Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Dr DYP Sugiharto MPd Kons menyatakan, bimbingan konseling (BK), baik sebagai profesi atau bidang keilmuan, juga memiliki potensi yang strategis dan implementatis menjadi strategi untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat.

“Itulah prinsip dasar bimbingan konseling merupakan teknik-teknik bimbingan konseling sebenarnya teknik yang bisa diimplementasikan sebagai upaya untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat,” ujar Prof Sugiharto yang juga Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah saat bertemu Timlo.net, seusai menjadi narasumber Seminar Nasional Peran Konselling Dalam Meningkatkan Strategi Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045, di Aula Lantai 2 Kampus 1 Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta, kemarin.

Sugiharto mengemukakan, program pemberdayaan serta kemiskinan selama ini sering ditempatkan dalam konteks masyarakat kecil, terbelakang, pasif, bodoh dan tidak mampu. Isu dampak pemberdayaan masyarakat itu menunjukkan birokrat, elit politik dan praktisi meletakkan alas an kemiskinan pada diri sendiri masyarakat kecil.

Bahkan penyusunan program pemberdayaan dimonopoli pemerintah atau swasta karena rakyat dipandang bodoh. Padahal masyarakat yang paling tahu persoalan mereka sendiri serta bagaimana mengatasinya. “Kalau program pemberdayaan itu gagal maka rakyat juga yang dipersalahkan,” ujarnya.

Menurutnya, konsep pemberdayaan masyarakat memiliki dimensi, antara lain, proses meningkatkan kemampuan masyarakat, pemecahan masalah, memberikan kepercayaan, pengelolaan program dan membuat keputusan sendiri yang secara tajam akan diselaskan unsur-unsurnya, ciri-cirinya dan sifat-sifatnya sehingga menjadi jelas sebagai sebuah variable.

Disebutkan, pelayanan bimbingan konseling merupakan upaya sadar terencana untuk membangun manusia. Sadar akan dirinya secara kultural, dan mengembangkan kekuatan moral untuk kup banyak manusia akan dapat mengubah corak kehidupan diri dan masyarakat.

Sehingga pelayanan bimbingan konseling memiliki kekuatan dan peluang yang merupakan proses pembudayaan – intenalisasi nilai, moral dan norma kehidupan yang akan membentuk pribadi antar lain berkarakter, berbudaya, beradab dan bermartabat.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Nasional, Suci mengatakan, peran bimbingan konseling tidak hanya di sekolah saja tetapi juga dibutuhkan oleh masyarakat dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Karena isu pemberdayaan masyarakat adalah salah satu solusinya dengan meningkatkan potensi manusia. Salah caranya dengan melalui bimbingan konseling.

“Artinya bimbingan konseling tidak hanya dibutuhkan oleh sekolah, ternyata juga dibutuhkan masyarakat. Masyarakat menjadi tahu potensi termasuk bakat. Sehingga masyarakat bisa mengurangi permasalahan yang timbul,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge