0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Keraton Minta Pemerintah Ikut Tanggung Gaji Abdi Dalem

GKR Koes Murtiyah (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Keraton Surakarta meminta pembangunan Keraton Surakarta tidak mengesampingkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di dalam Keraton. Mereka berharap gaji abdi dalem juga tercakup dalam pembiayaan dari Pemerintah.

“Kita harapkan tidak hanya fisik saja. Untuk gaji abdi dalem juga kita minta diperhatikan,” kata salah satu adik Raja Keraton Surakarta Pakubuwana XIII HangabehI, GKR Koes Murtiyah, Selasa (22/8).

Ia menyebutkan selama ini abdi dalem telah mengabdi dengan tulus. Mereka tetap melaksanakan tugas meskipun hanya menerima gaji ala kadarnya. Bagi kebanyakan orang, nilai gaji abdi dalem bisa membuat miris. Mulai dari yang paling rendah hingga tertinggi, gaji abdi dalem hanya berada di kisaran Rp 50-300 Ribu per bulan.

“Jadi mereka hanya dapat gaji sedikit,” kata wanita yang akrab disapa Gusti Moeng itu.

Peran abdi dalem, tambahnya sangat vital terhadap kelangsungan Keraton Surakarta. Saat ini, ada 514 abdi dalem yang bekerja untuk keraton. Tugas mereka bervariasi mulai dari sekadar menyapu Keraton hingga membina kelompok-kelompok kesenian di desa-desa.

“Kita juga harus memikirkan dana untuk pensiunan abdi dalem dan sentana dalem (kerabat keraton),” kata dia.

Merujuk kepada pembicaraan yang batal karena email, Senin (22/8) kemarin, Gusti Moeng meminta dalam draft pengelolaan Keraton yang disusun Pemerintah nantinya mencakup permasalahan gaji abdi dalem. Ia berharap ada poin tertulis dalam rancangan pengelolaan dari Pemerintah.

“Selama ini kita (keraton) memang masih mampu menggaji. Ya kita upayakan dari pendapatan dari museum atau dari sumber-sumber lain. Cuma ya itu. Kadang-kadang tidak lancar,” akunya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge