0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kasus Dihentikan, Ini kata Mario Teguh

Mario Teguh (merdeka.com)

Timlo.net – Motivator Mario Teguh lepas dari jerat hukum yang menimpanya. Laporan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh Mario dan dibuat oleh pengacara Ario Kiswinar dan Aryani Soenarto dihentikan penyidikannya lewat SP3.

“Ini pertemuan kedua secara formal karena selama 1 tahun saya memilih diam, ternyata yang terbaik adalah diam sambil menunggu proses berjalan dengan sendirinya,” ujar Mario Teguh di kantor Elza Syarief Law Office, Menteng Tenggulun, Jakarta Selatan, Senin (21/8).

Pihak Mario Teguh sempat membacakan press release dalam kesempatan tersebut. Selain itu pengacaranya menyoroti tes DNA yang telah dilakukan. Meski dari tes tersebut diketahui Kiswinar adalah putra biologis Mario, hal itu tak membuat kasusnya bisa dilanjutkan.

“Dia (Kiswinar) sudah dewasa, silakan memilih. Apapun pilihan dia, terserah saja. Saya memperingati untuk tidak terkecoh dengan tes DNA, karena sangkaan mereka itu pencemaran nama baik,” tutur pengacara Elza Syarief.

Pihak pengacara Mario Teguh menyatakan tuntutan dalam kasus ini tidaklah jelas. Hal itu membuat kasus pencemaran nama baik tersebut sulit untuk dilakukan. Polisi juga pernah memfasilitasi untuk perdamaian namun ditolak pihak Kiswinar.

Selain itu laporan dengan pasal 310-311 memiliki ancaman hukuman yang sangat ringan yaitu kurang dari 1 tahun. Karena tidak jelasnya tuntutan tersebut, pihak Mario mengatakan tidak terkejut kasusnya berhenti.

“Jadi mengenai SP3 buat kami tidak terlalu mengejutkan, mungkin untuk publik mengejutkan. Karena dari berita sebelumnya, dari awal kami lihat kasusnya seperti dipaksakan. Dari laporan awal, saya sempat lihat sepertinya gagal. Ke pasal ITE, tapi nggak bisa. Lalu jadinya 310, 311. ITE-nya tidak dimasukkan. Ini keuntungan untuk kami, karena keterangan formil tidak pernah dibantah,” ujarnya.

Berbagai langkah hukum memang dilakukan pihak Mario Teguh untuk menyelesaikan kasus ini. Alhasil kasus ini bahkan sudah berhasil di SP3 sebelum berlanjut ke persidangan.

“Kami pikir awalnya minta pengakuan, tapi akhirnya jadi tidak jelas. Sebelum tes DNA dilakukan tidak mau dipulihkan hubungan dengan klien kami. Lalu keluar ucapan-ucapan bukan gratisan, harus dipenjara dll,” tandasnya.

(kpl/pur/sjw)

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge