0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

63 Persen Warga Soloraya Sudah Terkaver JKN-KIS

Layanan BPJS Kesehatan kepada peserta JKN-KIS (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Sebagai salah satu upaya untuk mempercepat cakupan kepesertaan masyarakat dalam program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masifkan sosialisasi dan inovasi pelayanan. Beberapa terobosan yang dilakukan itu antara lain mengembangkan pendaftaran melalui system dropbox, kader JKN dan aplikasi mobile.

“Berbagai upaya terus kita lakukan, dengan tujuan dapat terwujudnya universal health coverage atau cakupan semesta pada awal 2019,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Kota Solo, Agus Purwono kepada wartawan, Selasa (22/8).

Dengan berbagai terobosan yang dilakukan itu, Agus mengaku cukup efektif dalam mendongkrak kepesertaan JKN-KIS. Bahkan untuk wilayah kerja Kantor Cabang BPJS Kesehatan Kota Solo, yang meliputi Kota Solo, Sragen, Sukoharjo, Karanganyar dan Wonogiri diakuinya saat ini terus mengalami peningkatan.

Tercatat sampai dengan 30 Juni 2017, jumlah peserta yang tercover dalam program JKN-KIS mencapai sekitar 2.661.510 jiwa atau 63 persen dari total penduduk. Termasuk didalamnya peserta yang didaftarkan oleh pemerintah Kota Solo sebanyak 30.053 jiwa, Sukoharjo sebanyak 18.028 jiwa, Wonogiri sebanyak 33.469 jiwa, Karanganyar sebanyak 13.243 jiwa dan Sragen sebanyak 18.315 jiwa.

“Dengan tingginya capaian ini tentu kita sangat mengapresiasi peran yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Ke depan peranan dari Pemda bisa semakin dioptimalkan, baik dari sisi kualitas maupun mutu pelayanan. Sehingga dapat bersama-sama memperkuat regulasi terkait kepatuhan pengusaha dan masyarakat dalam kepesertaan JKN-KIS,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge