0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Temuan Upal Terus Meningkat Setiap Tahun

uang palsu (foto: Rosyid)

Solo – Selama enam tahun terakhir, jumlah temuan uang palsu (Upal) di wilayah Soloraya terus meningkat. Pecahan paling banyak dipalsukan adalah nominal uang pecahan besar, yaitu Rp 50 dan 100 Ribu.

“Temuan upal itu paling banyak atas laporan dari para perbankan. Karena memang selama ini, mereka kita wajibkan untuk melapor saat ada temuan upal,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto kepada wartawan, Senin (21/8).

Dari data yang tercatat, temuan upal itu terus menunjukan peningkatan yang cukup signifikan sejak enam tahun terakhir. Misalnya pada 2011 jumlah temuan upal di wilayah Soloraya mencapai 3,633 lembar, 2012 sebanyak  4,480 lembar, 2013 sebanyak 4,998 lembar, 2014 sebanyak 5,138 lembar, 2015 sebanyak 5,825 lembar dan 2016 meningkat 7,107 lembar.

“Sementara untuk periode Januari-Juni tahun ini jumlah temuan upal yang masuk mencapai 2.304 lembar,” jelasnya.

Untuk menekan peredaran uang palsu itu, Bandoe menyampaikan terus melakukan upaya sosialisasi kepada masyarakat. Bahkan belum lama ini pihaknya telah memasang alat pendeteksi uang palsu atau 3D corner di sejumlah pasar tradisional.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge