0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Puteri Tunggal Keluarga Bos Djarum Ini Tinggalkan Kekayaannya Untuk Jadi Biarawati

Suster Lucy Agnes. (dok: timlo.net/kbkkindonesia.org)

Timlo.net—Meninggalkan kenyamanan keluarga kaya untuk membaktikan diri merawat orang miskin di Hong Kong, Amerika Serikat (AS) dan Timor Timur. Itulah yang dilakukan Maria Donna Dewiyanti Darmoko. Dia bergabung dalam Missionaries of Charity dengan nama Suster Lucy Agnes.

Lahir di Kudus ke dalam keluarga kaya Katolik, Maria memiliki hubungan dekat dengan pemilik PT Djarum. Dia adalah anak tunggal dari Paul dan Cecilia Darmoko yang merupakan pemilik restoran Ayam Bulungan. Cecilia adalah saudara sepupu dari pemilik Djarum, Robert Budi Hartono.

Maria lulus di AS dan pergi kuliah di Australia, menurut AsianNews.it. Dia pertama kali berhubungan dengan the Missionaries of Charity di Illionis, AS di mana dia menjadi relawan untuk merawat orang-orang tunawisma.

Keputusannya menjadi biarawati bermulai saat dia berada di Hong Kong. Maria dengan keluarganya berlibur di sebuah hotel mewah. Dia mengaku jika pertobatannya itu merupakan pengalaman yang menyentuh. “Pertama kalinya saya sangat terganggu melihat banyak tunawisma di jalanan Hong Kong, yang berkerumun, sakit dan kotor. Insting emosional pertama saya adalah lari dari mereka dan saya ingin muntah,” terangnya.

“Saat saya meninggalkan orang-orang ini di belakang, sesuatu menyuruh saya melambat, seolah dia meminta saya kembali kepada mereka untuk melakukan sesuatu yang baik kepada orang-orang yang kurang beruntung ini,” lanjutnya.

Maria memutuskan untuk masuk ke the Congregation of the Missionaries of Charity dengan nama Suster Lucy Agnes. Orang tuanya menentang pilihannya ini. Semenjak itu Suster Lucy menolong orang-orang misking dan mereka yang terpinggirkan dalam masyarakat. Dia berusaha menghindari perhatian media dan masyarakat. Sekarang dia berada di Timor Timur, salah satu negara termiskin di Asia. Sangat sulit untuk menghubunginya karena Suster Lucy hanya membagi alamat kontaknya dengan sedikit orang. Hal yang sama dilakukan oleh para anggota the Missionaries of Charity di Indonesia. Mereka bekerja tanpa publisitas dan diam-diam.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge