0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Awasi Kos-Kosan, Polisi Temukan Pasangan Bukan Muhrim

Pasangan sejoli dimabuk cinta ditemui Bhabinkamtibmas berada dalam kamar di salah satu tempat kos di Kawasan Kelurahan Pajang, Laweyan (dok.timlo.net/ist)

Solo — Meminimalisir penyalahgunaan tempat kos sebagai lokasi ‘kumpul kebo’, Polsek Laweyan melakukan pemantauan rutin. Upaya yang dilakukan tersebut, ternyata berdampak efektif dengan ditemukannya satu pasangan yang belum menikah di tempat kos putri di Kawasan Kampung Kagokan RT01/ RW11 Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo, pada Minggu (20/8) malam.

“Pemantaun ini dilakukan, agar tidak terjadi tindak asusila yang dilakukan pasangan yang belum menikah dengan memanfaatkan tempat kos yang dijadikan lokasi kumpul kebo,” terang Kasi Humas Polsek Laweyan, Aiptu Herianto mewakili Kapolsek Laweyan Kompol Santoso, Senin (21/8) siang.

Dua pasangan bukan muhrim yakni RD (19), warga Banyuripan, RT03/ RW01 Cabeyan, Bendosari, Sukoharjo dan MAF (21) warga Ngruki RT09/ RW17 Cemani, Grogol, Sukoharjo ini kepergok bermesraan di dalam kamar kos. Saat dimintai surat nikah, pasangan dimabuk asmara tersebut tidak dapat menunjukkan surat resmi. Hingga akhirnya, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pajang Bripka Slamet Widodo melakukan pendataan dan membina keduanya agar tak mengulangi perbuatan yang melanggar norma agama tersebut.

“Keduanya kami data, lalu kami bina agar tidak melakukan perbuatan yang tak sesuai dengan norma kesusilaan tersebut,” terang  Aiptu Herianto.

Agar kasus kumpul kebo tersebut tidak terulang kembali, pihaknya mengimbau agar pengelola tempat kos untuk terus berkoordinasi dengan kepolisian dan Linmas setempat. Dengan begitu, suasana aman, nyaman dan tertib dapat tercipta di Kawasan Hukum Polsek Laweyan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge