0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KKN Unisri Bangkitkan Kewirausahaan Desa Botok

Mahasiswa KKN Unisri menggelar seminar di desa (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta membangkitkan semangat wirausaha warga Desa Botok, Kecamatan Kerjo, Karanganyar. Salah satunya dengan menggelar seminar kewirausahaan, terutama melalui pemanfaatan BUMDES.

“Kegiatan diikuti 30 peserta dari kalangan pelaku usaha yang beragam, penjual bubur, penjual sayuran, kelontong, petani, pengrajin tahu tempe dan perangkat desa,” ungkap Ketua panitia seminar dari KKN Unisri, Nur Hidayati yang juga peserta KKN lokasi desa setempat, di Kampus Unisri, Solo, Senin (21/8).

Nur mengungkapkan, pada kesempatan itu, Direktur Amalia Consulting Suharno memotivasi peserta agar memulai usaha dari potensi diri, serta modal utama yang harus disiapkan adalah niat serta mental, bukan modal uang.

“Program wirausaha banyak yang gagal karena tidak menyiapkan dulu aspek mentalnya. Program dijalankan masal, sekedar menggugurkan kewajiban. Misal, semua warga diajak budi daya lele, tanpa disiapkan ilmu dan mental, serta tidak dijelaskan resikonya, hanya disampaikan hal-hal yang baik dan keuntungan yang besar, sehingga peserta tidak siap gagal,” ungkapnya.

Suharno yang juga dosen Unisri menandaskan, sukses berwirausaha tidak bisa diraih instant, harus melalui kerja keras, kerja cerdas dan kerja waras.

Berdasarkan pengakuan Kepala Desa Botok, Sigit Jayadhi, selama ini, program kewirausahaan belum pernah berhasil. Karena tidak tahu ilmu dan caranya berwirausaha yang benar. Kebanyakan hanya latah dan ikut-ikutan saja.

“Awalnya semangat namun setelah menemui kendala banyak yang mundur. Setelah mengikuti materi pak Harno, kita sadar tentang apa yang harus kita kerjakan dan bagaimana car menjalankannya. Termasuk mengantisipasi resiko usaha,”  tuturnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge