0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Asita: Renovasi TSTJ Harus Tetap Perhatikan Budaya Lokal

Suasana wahana naik gajah di TSTJ (foto: Khalik)

Solo — Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Kota Solo mengapresiasi langkah pengelola Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) yang akan membuat wahana baru. Pasalnya, dengan adanya terobosan yang dilakukan itu dapat mendongkrak kunjungan wisatawan.

“Kalau kita amati, beberapa waktu terakhir ini perkembangan destinasi wisata di Solo cukup stagnan. Sehingga dengan adanya museum keris dan konsep taman yang akan dioperasikan TSTJ sampai malam itu, nantinya bisa menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan,” ujar Ketua Asita Solo, Daryono kepada wartawan, Sabtu (19/8).

Kendati konsep yang diusung oleh pengelola TSTJ dan investor yang bersangkutan sudah bagus, namun ia menyarakan agar pembangunan destinasi baru yang dilakukan harus  tetap memperhatikan unsur budaya lokal. Sehingga ciri khas Solo masih tetap melekat dan pengunjung bisa lebih  berkesan.

“Misalnya kalau konten wayang atau batik ini bisa dikolaborasi dengan wahana yang akan dibangun, dan dipadukan dengan permainan lampu yang menarik saya kira hasilnya bisa lebih bagus,” jelasnya.

Sebagai informasi, Perusda TSTJ dan PT Cikal Bintang Bangsa dalam waktu dekat berencana membuat destinasi baru berupa taman lampion dan air mancur menari. Pengerjaan proyek itu akan mulai dilakukan pada awal bulan depan.

“Konsep yang akan kita usung adalah fun, food dan festival. Wahana baru ini nantinya akan dioperasikan pada malam hari,” terang Direktur TSTJ, Bimo Wahyu Widodo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge