0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Eks-PKL Sriwedari Berubah Pikiran, Begini Tanggapan Pemkot

Selter PKL Sriwedari (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo belum memutuskan sikap terkait permohonan belasan Pedagang Kaki Lima (PKL) Sriwedari yang meminta kembali selter mereka. Meski pengelolaan selter merupakan kewenangan Disdag, keputusan akhir tetap berada di tangan Walikota Solo.

“Kita tidak bisa memutuskan. Tergantung Walikota nanti,” kata Kepala Seksi Penataan dan Pembinaan PKL Disdag Solo, Didik Anggono, Jumat (18/8).

Menurut Didik, sampai saat ini sudah ada 17 surat permohonan yang masuk ke Disdag untuk menempati selter di Timur Museum Keris itu. Mereka termasuk dari 35 PKL yang pernah mengembalikan selter mereka kepada Pemkot karena sepi pembeli. Bila Walikota mengijinkan, Disdag akan memperketat aturan untuk para PKL tersebut. Pihaknya tidak akan memberi toleransi kepada mereka.

“Misalnya kalau sampai sebulan tidak dipakai berjualan tanpa keterangan, langsung kita alihkan ke PKL lain,” kata dia.

Pernyataan Didik sejalan dengan Kepala Disdag, Subagio yang pernah mengatakan ada ratusan proposal permohonan selter yang masuk ke Disdag. Di antaranya meminta secara khusus selter di Sriwedari.

“Tidak masalah kalau memang dikembalikan. Yang antri pengen menenmpati sudah banyak,” kata Subagio saat menanggapi PKL Sriwedari yang mengembalikan Selter mereka.

Di lain pihak, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo pernah mengungkapkan kekesalannya terhadap sikap PKL Sriwedari yang mengembalikan selter mereka. Ia mengancam tidak akan memberikan ijin kepada mereka bila nantinya selter tersebut sudah ramai dikunjungi orang.

“Silakan saja dikembalikan. Tapi jangan sekali-kali minta selter lagi kalau nanti kalau Museum Keris sudah buka dan di sana mulai ramai,” kata Rudy.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge