0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Anak Perempuan di Desa Ini Berubah Jadi Pria Setelah Memasuki Pubertas

Johnny. (dok: timlo.net/ mirror.co.uk)

Timlo.net—Para anak perempuan yang tinggal di desa Las Salinas, Provinsi Barahona, Republik Dominika akan berubah menjadi anak lelaki dengan alat kelamin pria saat memasuki pubertas. Hal ini dikatakan sebagai hasil dari gangguan genetis yang langka. Satu dari 90 anak yang lahir di desa itu memiliki kondisi langka. Kondisi itu menyebabkan mereka berubah dari gadis cilik menjadi anak lelaki selama masa pubertas, tulis Mirror.co.uk.

Anak-anak dengan kondisi itu disebut “guevedoces” yang berarti alat kelamin pria di usia 12 tahun. Kondisi langka itu sempat dibahas dalam program TV di BBC, “Countdown to Life: The Extraordinary Making of You”. Dalam program itu, anak-anak ini diwawancarai.

Di antara mereka adalah Johnny, seorang guevedoces. Sebelumnya dia bernama Felicita. Johnny berkata dia tidak memiliki alat kelamin pria saat lahir. Dia dibesarkan sebagai seorang gadis cilik dan pergi ke sekolah memakai seragam perempuan.

“Saya ingat saya memakai seragam merah kecil. Saya lahir di rumah dan bukan di rumah sakit. Mereka tidak tahu jenis kelamin saya. Saya pergi ke sekolah dan memakai rok saya. Saya tidak pernah suka berpakaian sebagai anak perempuan. Saat mereka membelikan saya mainan untuk anak perempuan saya tidak pernah bermain dengan mainan itu. Yang saya inginkan adalah bermain dengan anak-anak lelaki,” terangnya.

Kondisi misterius itu disebabkan oleh enzim yang hilang pada anak-anak itu. Enzim itu menghentikan produksi hormon seks pria dihydro-testosterone di dalam rahim. Hal ini berarti anak-anak pria akan terlihat seperti anak perempuan saat lahir.

Tapi saat testosteron mulai muncul saat meraih pubertas, suara mereka pecah dan mereka menumbuhkan organ reproduksi seksual pria. Perkembangan ini harusnya terjadi di dalam rahim. Tapi untuk anak-anak ini, perkembangan itu baru mulai terjadi di usia 12 tahun.

Dr. Michael Mosely adalah salah satu orang yang mengunjungi Las Salinas sebagai bagian dari program TV itu. “Guevedoces kadang-kadang juga disebut ‘machihembras’ berarti ‘pertama seorang wanita, lalu seorang pria’,” ujarnya kepada The Telegraph.

“Saat mereka lahir mereka terlihat seperti anak perempuan tanpa alat kelamin pria dan terlihat memiliki alat kelamin wanita. Hanya saat mereka memasuki pubertas, alat kelamin pria tumbuh,” terangnya.

Dia berkata jika guevedoces hidup selama sisa hidupnya sebagai seorang pria. Walaupun prostat mereka tetap kecil. Dia menjelaskan jika Dr. Julianne Imperator, adalah salah seorang yang pertama kali mempelajari fenomena ini. Julianne adalah seorang endokrinologis dari Cornell University. Dia berkunjung ke Republik Dominika pada 1970-an.

Michael berkata penelitian dokter wanita itu lalu digunakan oleh perusahaan farmasi besar di Amerika Serikat (AS), Merck. Perusahaan itu menciptakan obat untuk memperbesar prostat dan mengatasi kebotakan pada pria.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge