0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wisata Alternatif, Air Terjun Kali Mas Tawarkan Nuansa Asli

Air terjun Kali Mas, Dungsono, Wonokerto,Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Meski tak seperti Grojogan Sewu, Tawangmangu, Karanganyar, namun warga Dusun Dungsono, Desa Wonokerto optimis, jika lokasi wisata yang baru mereka garap, yakni air terjun Kali Mas bakal menjadi magnet wisata alam di Wonogiri.
“Untuk membuka obyek wisata ini kami swadaya. Ya memang ada bantuan dari dana desa Rp 60 juta. Ini nanti akan dikelola BumDes,” beber Kepala Dusun Dungsono, Desa Wonokerto, Trisno Widodo, Jumat (18/8).
Air terjun Kali Mas, kata Trisno, merupakan anak sungai dari aliran sebuah sumber mata air yang jaraknya sekitar satu kilometer. Selain panorama yang masih asri, air terjun Kali Mas ini juga menawarkan sensasi menantang. Di kanan kiri terdapat tebing dengan ketinggian sekitar lebih dari lima meter. Jarak air terjun sendiri dengan pemukiman warga sekitar 500 meter. Saat ini, akses jalan tengah diperbaiki. Bahkan, untuk menuju air terjun, bibir tebing yang sangat curam kini diratakan dengan alat berat.
“Sudah  40 hari warga dusun kami bergotong royong membuka obyek wisata ini,” kata Trisno.
Rencananya, di bawah kedung bakal dibangun sebuah kedung buatan dengan beberapa ukuran kedalaman bervariasi. Hal itu lantaran kedalaman kedung utamanya yang terlalu beresiko untuk anak-anak.
“Di bawah kedung ini akan dikeruk dengan alat berat. Dibikin kedung atau kolam, kemudian di sisi selatan dekat tebing ini akan dibangun juga kolam renang,” jelasnya.
Dilihat dari geografis Desa Wonokerto, berada atau terhimpit  dengan pabrik pengolahan kayu dan pabrik pengolahan kapas. Meski demikian, dirinya berharap dengan adanya obyek wisata alam itu membawa dampak positif bagi warga. Selain itu, Kali Mas digadang-gadang menjadi lahan pekerjaan baru, yang mampu menopang kebutuhan hidup sehari-hari. Selama ini, kata Kadus, pada umumnya penghidupan warga mengandalkan dari bertani.
“Harapan kami, obyek wisata ini menjadi lahan penghidupan baru kami. Memang banyak pabrik berdiri di sini, tapi kalau warga yang sudah lanjut usia kan sudah tidak laku lagi tenaganya, jika air terjun ini jadi jujugan wisatawan paling tidak warga kami bisa berjualan atau apa kek, yang penting ekonomi desa ini bisa menggeliat,” pintanya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge