0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Eks Napi Teroris Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Eks napi kasus terorisme ikut upacara bendera detik-detik proklamasi di Karanganyar (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Tiga orang mantan narapidana kasus tindak pidana terorisme mengikuti upacara detik-detik proklamasi di alun-alun Kabupaten Karanganyar, Kamis (17/8) pagi. Mereka berinisial S, JW dan P yang duduk di panggung kehormatan bersama para pejabat dan tamu undangan.

“Rasa bangga saudara saya eks napiter bersedia memenuhi undangan mengikuti upacara HUT RI. Mereka kembali mengokohkan komitmen kesetiaan kepada NKRI,” tutur Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak.

Dalam kasusnya, S menyediakan rumahnya sebagai lokasi rapat pelaku peledakan Bom di Hotel JW Mariot pada tanggal 06 Agustus 2003. JW alias Abu Sayyaf warga Bulurejo Gondangrejo Karanganyar pernah tergabung di jaringan Noordin M Top. P alias Mamo warga Menjing, Jenawi Karanganyar menyimpan senpi dan amunisi yang rencananya digunakan menyerang petugas.

Tak sepatah kata pun mereka ucapkan selama upacara bendera berlangsung. Meski begitu, ketiganya mengikuti proses upacara dengan hikmat. Mereka memberikan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih saat bendera dikerek naik sampai menyentuh puncak tiang bendera.

Usai upacara, ketiga mantan napi teroris mendapat sambutan jabat tangan dari Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak dan Dandim 0727/ Karanganyar Letkol CZI Santy Karsa Tarigan.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyampaikan keprihatinan terkait penangkapan satu orang warga Desa Karang, Karangpandan, ARD, oleh Densus 88 Antiteror. Ia meminta warga menjaga keluarga masing-masing agar terhindar dari tindakan melanggar aturan.

“Karanganyar ini sepertinya menjadi tempat persembunyian. Cara mereka menikahi warga setempat. Motif yang enggak bagus. Waspada. Jaga pertahanan keluarga. Mari menghayati rasa cinta tanah air,” ujar bupati.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge