0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Joko Songo, Drama Sembilan Perjaka Gugur Sebagai Kusuma Bangsa

Drama kolosal Joko Songo (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Drama kolosal Joko Songo mewarnai upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI di Alun-alun Karanganyar, Kamis (17/8). Drama ini mengisahkan sembilan pejuang kemerdekaan asal Karanganyar yang gugur di medan tempur melawan penjajah Belanda.

Para pejuang dari barisan Tentara Pelajar (TP) itu tergabung di Laskar/Pasukan Alap-alap. Mereka melawan Belanda di wilayah timur, tepatnya di Matesih, Karangpandan serta Tawangmangu. Joko songo merupakan sembilan perjaka yang gugur dari barisan itu, bernama Soenarto putra dari kepala Pasar matesih, Martoyono; Waluyo putra dari Lurah Pablengan; Laktoto; Moerjoto; Slameto; Roesman; Soekoto; Soepriyadi, dan Salam Hasyim.

Drama kolosal ini dimainkan secara apik oleh ratusan pelajar SMKN Ngargoyoso dan anggota Kodim 0727/Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyampaikan menjaga persatuan dan kesatuan itu penting. Implementasinya melalui tindakan nyata dan bukan sekadar aksesori.

“Itu harus terus ditekankan. Jangan hanya sesaat tapi perilaku cinta tanah air itu harus dipupuk.Diwujudkan melalui perilaku sehari-hari. Dijiwai melalui pengabdian dan pengorbanan,” kata Bupati saat ditemui wartawan seusai upacara.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge