0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TEI 2017, Akan Banyak Buyer Asing Diundang

Kepala Seksi Eropa, Direktorat Pengembangan Promosi dan Citra, Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kementrian Perdagangan, Bagas Haryotejo (paling kanan) (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Pemerintah dorong industri mebel dan kerajinan dalam negeri untuk mampu meningkatkan nilai ekspor. Pasalnya, kontribusi mereka terhadap pendapatkan sektor non migas sampai dengan saat ini masih terbilang cukup minim.

“Dari data 2016, nilai ekspor nasional yang berasal dari sektor non migas sekitar 132 Miliar US Dollar. Dari total itu, kontribusi yang berasal dari produk mebel dan kerajinan baru sekitar dua persen atau 3,8 Miliar US Dollar,” ujar Kepala Seksi Eropa, Direktorat Pengembangan Promosi dan Citra, Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kementrian Perdagangan, Bagas Haryotejo kepada wartawan, Rabu (16/8).

Masih rendahnya kontribusi ekspor dari produk mebel dan kerajinan ini, menurut Bagas telah menjadi perhatian pemerintah dan perlu untuk ditingkatkan.  Pasalnya, kondisi saat ini potensi dan peluang pasar global terhadap kebutuhan mebel dan kerajinan cenderung meningkat .

“Kalau kita amati, peluang yang masih terbuka lebar untuk produk mebel dan kerajinan justru ada di Asia Tengah, Asia Selatan dan Timur Tengah. Karena kalau untuk pasar tradisional justru kita tidak terlalu berharap banyak,” jelasnya.

Untuk menggenjot nilai ekspor itu, lanjut dia pemerintah sudah menyiapkan berbagai terobosan program. Salah satunya dengan meningkatkan promosi melalui even Trade Expo Indonesia  (TEI) yang akan digelar pada pertengahan Oktober mendatang. Oleh karena itu, pihaknya berharap para pelaku usaha yang berpotensi melakukan ekspor bisa mengikuti pameran. Mengingat TEI akan banyak mengundang para buyer dari luar negeri.

 

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge