0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Masih Ada Siswa SMP di Bali yang Belum Fasih Membaca

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Sejumlah siswa di Bali diduga masih ada yang belum fasih dalam hal membaca menulis dan berhitung (calistung). Ini terungkap setelah Bupati Bangli I Made Gianyar bersama Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra, yang jumpa pers dengan awak media, terkait perayaan Hut RI ke 72 di kabupaten Bangli.

Dalam laporan diterimanya, sejumlah siswa yang tidak fasih dalam hal membaca menulis dan berhitung (calistung) ada di SMP N 2 Tembuku Bangli. Terkait itu, pihaknya memastikan akan segera memanggil Kepala Sekolahnya.

“Kami akan mendatangi sekolah dan memastikan siswa tersebut lulusan sekolah dasar (SD) dari mana,” jelas I Made Gianyar, Rabu (16/8).

Terlepas dari pembelajaran di sekolah, Ia berharap orang tua siswa juga lebih memperhatikan kegiatan belajar putra-putri di rumah.

“Anak-anak diarahkan untuk belajar, orang tua ikut mengawasi. Kemudian saat anak-anak belajar diusahakan tidak ada gangguan seperti televisi hidup,” ujarnya.

Bupati Made Gianyar tidak menampik bahwa di Bangli ditemui persoalan adanya anak yang tidak mau sekolah, malah dibiarkan oleh orang tuanya.

Dengan kondisi seperti ini diharapkannya peran serta masyarakat dilingkungan sekitarnya, mengingat ada beberapa anak yang putus sekolah malah diamini orang tuanya.

“Peran kelian yang notabene dituakan di wiliyah masing-masing bisa memberikan pemahaman bahwa pendidikan sangat penting. Jangan sampai ada anak yang merupakan penerus bangsa tidak sekolah,” imbuhnya.

Secara terpisah Kepala SMPN 2 Tembuku I Made Degdeg, menyebut dari total jumlah siswa tahun ajaran 2017/2018 kelas VII sebanyak 158 siswa benar ada empat siswa diantaranya belum fasih membaca.

Bahkan dianatarnya ada yang belum mengenal huruf.

“Siswa saat membaca saja mereka harus mengeja, seperti siswa kelas 1 SD,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut pihak sekolah berupaya memberikan pelajaran tambahan pada siswa. Dengan mencarikan waktu belajar saat jam istirahat.

Ironisnya, ternyata hampir setiap tahun angkatan baru di SMPN 2 Tembuku Bangli, selalu saja ada siswa yang diterima belum fasih calistung. Dan sebagian adalah siswa dari penduduk setempat diwilayah sekolah itu berdiri.

Dengan kondisi seperti ini pihaknya berharap bisa dibangun ruang inklusi, sehingga proses belajar bagi siswa yang belum fasih agar optimal.

[rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge