0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Jokowi Ingin Fokus Pemerataan Ekonomi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) (merdeka.com)

Timlo.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan fokus pada pemerataan ekonomi di tahun ketiga pemerintahannya. Doa menyadari, manfaat dari pembangunan belum seluruhnya dirasakan hingga pelosok Tanah Air.

“Kita menyadari bahwa manfaat pembangunan belum sepenuhnya merata di seluruh pelosok Tanah Air,” ujarnya saat menyampaikan pidato kenegaraan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/8).

Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah ingin rakyat-rakyat Indonesia yang berada di pinggiran, di kawasan perbatasan, di pulau-pulau terdepan, di kawasan terisolir merasakan hadirnya negara, merasakan buah pembangunan, dan merasa bangga menjadi Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rakyat di Aceh harus bisa merasakan pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, pelayanan sanitasi dan air bersih maupun pelayanan transportasi, sama baiknya dengan apa yang dirasakan oleh saudara-saudaranya yang lain di seluruh pelosok negeri.

“Kita ingin rakyat di perbatasan Papua, bisa memiliki rasa bangga pada Tanah Airnya, karena kawasan perbatasan telah dibangun menjadi beranda terdepan dari Republik.”

Presiden juga ingin rakyat Papua di pegunungan juga bisa menikmati harga bahan bakar minyak (BBM) dan harga bahan pokok yang sama dengan saudaranya di wilayah lain Indonesia.

“Kita ingin rakyat Pulau Miangas bisa merasakan kehadiran Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Program Kartu Indonesia Sehat, Program Kartu Indonesia Pintar, dan Program Pemberian Makanan Tambahan untuk balita dan ibu hamil. Kita ingin rakyat di Pulau Rote juga bisa merasakan manfaat pembangunan infrastruktur, lancarnya konektivitas dan turunnya biaya logistik. Kita ingin kualitas hidup rakyat Indonesia semakin meningkat,” jelasnya.

Presiden menambahkan, walaupun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 68,90 di 2014 menjadi 70,18 di 2016, dirinya meminta semua pihak tidak boleh cepat berpuas diri.

“Kita juga harus terus berupaya menekan ketimpangan pendapatan, yang saat ini Indeks Gini Rasio bisa kita turunkan dari 0,414 pada September 2014 menjadi 0,393 pada Maret 2017.”

[bim]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge