0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Inilah Doa Tifatul Sembiring untuk Presiden Jokowi

Presiden Jokowi dan Wapres JK mengenakan pakaian adat saat hadiri Sidang Tahunan MPR (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Ketua Fraksi PKS MPR Tifatul Sembiring memimpin doa dalam sidang tahunan MPR di ruang rapat paripurna I, Gedung Kura-kura DPR. Dalam doanya, Tifatul meminta kepada Tuhan agar badan Presiden Joko Widodo menjadi lebih gemuk.

“Ya Allah ya mutakabir, berilah petunjuk kepada pemimpin-pemimpin kami bimbinglah mereka agar senantiasa Istiqomah di jalan-Mu, beri petunjuk lah ke Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo gemukkan lah badan beliau Ya Allah,” kata Tifatul, Rabu (16/8).

Sebab, Tifatul menilai, badan Jokowi semakin kurus seiring dengan kerja kerasnya dalam membangun bangsa agar lebih maju, makmur dan sejahtera.

“Karena kini terlihat semakin kurus, padahal tekad beliau dalam membangun bangsa dan negara ini,” terangnya.

Politikus PKS ini melihat, Jokowi kerap kelelahan karena minimnya waktu istirahat setiap hari. Oleh karena itu, dia berharap Tuhan memberi Jokowi kesehatan dan kekuatan supaya bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

“Kami lihat beliau kurang waktu untuk beristirahat setiap hari. Pasti capek dan lelah limpahi lah beliau dengan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas curahkanlah hidayahmu jalan petunjuk yang lurus,” ujar Tifatul.

Kepada Jokowi, Tifatul berharap agar mantan Gubernur DKI Jakarta itu tetap memiliki rasa cinta kepada rakyat, menghormati umat dan ulama-ulama di Indonesia.

“Kokohkanlah keimanan dan ketakwaan didada beliau tanamkanlah rasa sayang didada beliau kepada rakyat cinta kepada umat menghormati dan mencintai para ulama yang istiqomah. Sebab ulama itu adalah pewaris Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam,” harapnya.

Dia juga berdoa kepada Allah agar terus menuntun Jokowi tetap bersikap adil dalam memimpin Indonesia.

“Tuntunlah beliau agar tetap berlaku adil dalam memimpin negeri yang kami cintai ini. Bantulah presiden kami Allah dalam menghadapi permasalahan bangsa yang berarti ini di tengah persaingan dunia yang kejam dan kadang tanpa Rasa belas kasihan ditengah-tengah mahalnya pupuk garam berkurang sementara harapan rakyat untuk kemampuan negeri,” pungkasnya. [rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge