0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Belum Semua Sekolah Tanamkan Budaya Literasi

Para pelajar saat mengunjungi perpustakaan daerah (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Masih banyak sekolah di Wonogiri yang dinilai belum menerapkan budaya literasi. Salah satu penyebabnya adalah minimnya buku dan tenaga pustakawan khusus.

“Memang tidak semua sekolah memiliki koleksi buku yang memadai. Selain itu sangat jarang sekolah yang mempunyai pustakawan. Kebanyakan sekolah mempekerjakan guru umum sebagai pustakawan,” beber Kabid Perpustakaan Dinas Kearsipan Wonogiri, Maryanto, Selasa (15/8).

Menurut dia, kebanyakan sekolah mempekerjakan guru sebagai pustakawan, yang berakibat tak bisa meramaikan perpustakaan. Dia juga menyebut, idealnya pustakawan memiliki program khusus.

” Kalau guru yang diberi tugas itu, saya yakin mereka gagal fokus, jadi mereka hanya bisa melayani sirkulasi buku saja,” kata dia.

Mantan Kabid Kesra Sekda Wonogiri ini juga mengatakan, untuk menyiasati minimnya koleksi buku, hampir setiap hari mobil perpustakaan milik dinasnya berkeliling hingga ke pelosok wilayah membawa lebih kurang 1.000 eksemplar buku. Buku yang dibawa disesuaikan dengan jenjang sekolah, SD, SMP, atau SMA.

“Selain bisa membaca buku sepuasnya, siswa dapat meminjam buku selama sebulan. Dengan buku pinjaman itu, para siswa dapat menggulirkan buku itu ke teman-temannya agar buku tersebut bisa bermanfaat bagi lebih banyak orang,” jelasnya.

Dia juga menambahkan, budaya literasi tidak hanya di sekolah saja, namun sudah selayaknya pihak desa berpartisipasi. Dengan dana desa lanjut dia, pemerintah desa bisa membangun perpustakaan desa

“Ini juga solusi, kalau ada perpustakaan desa, coba bayangkan kalau 251 desa punya perpustakaan kan semakin banyak koleksi buku-bukunya,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge