0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kaprodi S2 Kajian Budaya Dikukuhkan Guru Besar ke 185 UNS

Solo – Ketua Program Studi (Kaprodi) S2 Kajian Budaya Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof Dr Wakit A Rais MHum dikukuhkan sebagai guru besar ke 185 UNS, di Auditorium UNS, Solo, Selasa (15/8). Pengukuhan dipimpin oleh Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi MS dalam Sidang Senat Terbuka UNS.

“Secara alami kearifan lokal dibentuk dari pengalaman empiric kehidupan pemiliknya. Misalnya nenek-moyang (sesuai tingkat pemahaman) untuk menjaga alam sekitar agar pohon-pohon tidak ditebang sembarangan mereka menyebutnya ada penunggu disekitarnya (banyak berakibat salah persepsi kemudian disembah),” ungkap Wakit saat menyampaikan Pidato Pengukuhan Guru Besar Etnolinguistik yang berjudul Kajian Etnolinguistik : Kearifan Lokal Dalam Bahasa dan Budaya Jawa.

Hal itu, kata Wakit, dipandang sebagai salah satu cara untuk memberitahukan pada komunitas kolektif menurut budaya setempat agar berlaku bijaksana terhadap lingkungan hidup dimana mereka berada.

Oleh karena itu, lanjut Wakit, kearifan lokal merupakan sistem pengetahuan local yang dimiliki oleh masyarakat berdasarkan pengalaman dan petunjuk leluhurnya secara turun-menurun, bersifat lentur untuk mengatasi situasi dan kondisi setempat terangkum dalam ekspresi verbal dan non-verbal untuk memperoleh ketenangan hidup bersama, manusiawi dan bermartabat.

Dari perspektif etnolinguistik, menurut Wakitdapat dikatakan masyarakat pemilik bahasa dan budaya itu ibarat layang-layang yang sedang terbang, maka kearifan local sebagai benang pengendali arah, agar tetap bisa terbang indah dan mengangkasa.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge