0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kran Impor Dibuka, Harga Garam di Pasar Berangsur Turun

Pedagang saat mengemasi garam di Pasar Legi Solo (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Kebijakan pemerintah pusat yang membuka kran impor untuk komoditas garam baru-baru ini dianggap cukup efektif menekan harga di pasaran. Pasalnya setelah impor tersebut kembali dibuka, harga garam  di pasaran saat ini berangsur mulai turun.

“Kendati belum terlalu signifikan, tapi beberapa minggu terakhir ini harga sudah mulai cenderung turun,” ujar salah seorang pedagang garam di Pasar Legi Solo, Sri Rahayu kepada Timlo.net, Selasa (15/8).

Dirinya menyebut, untuk harga garam  bata beryodium dengan merk Ndangdut dari sebelumnya Rp 25 ribu per paks sekarang turun menjadi Rp 23 ribu per paks. Sementara untuk garam bata beryodium dengan merk Abang Gendut dari sebelumnya Rp 24 ribu per paks sekarang turun menjadi Rp 21 ribu per paks.

“Kurang tahu persis penyebabnya, tapi kemungkinan seiring dengan pembukaan kran impor garam dari pemerintah. Sehingga stoknya berlimpah,” jelasnya.

Sementara itu kondisi yang sama juga disampaikan pedagang lainnya. Karyawan toko garam Singgih, Ari mengaku untuk harga garam memang cenderung turun akhir-akhir ini. Hanya saja penurunan tersebut tidak terlalu signifikan.

Misalnya untuk garam Ndangdut, dirinya menjual dengan harga Rp 22 ribu per paks, padahal sebelumnya dijual Rp 23 ribu per paks. Sedangkan garam grasak seharga  Rp 3 ribu – Rp 4 ribu per kilogram atau turun Rp 1000 jika dibanding kondisi sebelumnya.

“Kalau nanti barang impor banyak yang masuk tidak menutup kemungkinan harga bisa kembali turun lagi,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge