0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pemkot Gandeng Swasta Garap Rumah Tak Layak Huni

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/red)

Solo — Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTHL) di Solo terus digencarkan. Tak cukup mengandalkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menggerakkan kalangan swasta untuk menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk menggarap sektor permukiman ini.

“Kalau mengandalkan pemerintah saja selesainya lama,” kata Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo usai penyerahan bantuan renovasi RTLH dari Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gapensi) di Balaikota, Selasa (15/8).

Upaya Pemkot mengoptimalkan dana CSR unutk menggarap RTLH cukup beralasan. Jumlah RTLH di Solo masih sangat tinggi. Lebih dari 13 ribu rumah. Di sisi lain, kemampuan  APBD Pemkot untuk meningkatkan taraf perumahan masyarakat sangat terbatas.

Program perbaikan RTLH sendiri sudah ditawarkan kepada pihak swasta sejak awal tahun ini. Hasilnya, sampai saat ini dana CSR yang disalurkan untuk RTLH sudah melampaui angka Rp 2 miliar. Penyumbang terbesar yaitu Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah sebesar Rp 1,5 miliar. Sementara Gapensi menjadi kalangan swasta yang paling akhir dengan memberikan dana Rp 200 juta.

“Penyaluran CSR untuk RTLH memang baru kita mulai tahun ini. Nantinya akan terus kita kembangkan,” kata Walikota.

Dana tersebut disalurkan langsung kepada pemilik RTLH. Setiap rumah mendapat bantuan berkisar antara Rp 10 – 20 Juta sesuai kondisi rumah. Kebanyakan perusahaan lebih suka menyalurkan bantuan berupa bahan bangunan dan tenaga kerja daripada uang tunai. Hal ini ditujukan untuk menghindari penyalahgunaan dana bantuan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge