0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Membiarkan Diri Merasakan Kesedihan, Membuat Kita Lebih Bahagia

(Ilustrasi) Anak marah. (Dok: Timlo.net/Psychology Today.)

Timlo.net—Menurut sebuah penelitian, menolak merasakan emosi-emosi negatif yang kita alami membuat kesehatan mental kita memburuk. Selain itu kebiasaan ini membuat kita stres. Lebih lanjut, para peneliti menyarankan kita menerima perasaan-perasaan negatif itu supaya merasa lebih baik.

“Kami menemukan jika orang-orang yang terbiasa menerima emosi-emosi negatif mereka lebih sedikit mengalami emosi negatif, yang pada akhirnya membuat kesehatan psikologis kita lebih baik,” kata Iris Mauss, seorang associate professor dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat (AS).

Para peneliti menguji hubungan antara kesehatan psikologis dan penerimaan emosi pada lebih dari 1300 orang dewasa. Mereka menemukan jika orang biasanya menolak mengakui perasaan negatif mereka. Atau mereka menghakimi perasaan-perasaan negatif itu dengan keras. Pada akhirnya mereka justru merasa lebih stres.

Di sisi lain, mereka yang menerima dan merasakan perasaan negatif dengan sepenuhnya justru mengalami gejala-gejala gangguan mood yang lebih sedikit bahkan setelah enam bulan. Perasaan-perasaan negatif itu di antaranya adalah kesedihan, kekecewaan dan kebencian. “Ternyata bagaimana kita mendekati reaksi perasaan negatif kita sendiri sangat penting bagi kesejahteraan kita secara keseluruhan,” kata Brett Ford, asisten profesor dari University of Toronto, Kanada dilansir oleh Times of India.

“Orang-orang yang menerima emosi-emosi itu tanpa menghakimi atau mencoba mengubahnya bisa menangani stres yang dialami dengan lebih sukses,” tambahnya. Para peneliti melakukan tiga uji coba untuk penelitian itu. Mereka juga memasukkan faktor-faktor seperti usia, gender dan status sosioekonomi dan faktor demografis lainnya.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge