0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pemkot Kebanjiran Permohonan Gerobak PKL

Gerobak PKL (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kebanjiran proposal permohonan gerobak Pedagang Kaki Lima (PKL). Sampai bulan Agustus ini, Dinas Perdagangan (Disdag) menerima lebih dari 400 permintaan dari masyarakat.

“Sebagian dari PKl yang kita tata. Karena warungnya kita bongkar, kita beri gerobak untuk pengganti,” kata Kepala Seksi Penataan dan Pembinaan PKL Disdag Solo, Didik Anggono, Selasa (15/8).

Dalam beberapa bulan terakhir, Pemkot Solo memang gencar menertibkan PKL di sejumlah jalan di Solo. Di antaranya, PKL di Jl Juanda, Jl Dr Radjiman, dan Jl Kolonel Sutarto. Mereka dilarang berjualan karena ruas-ruas jalan tersebut ditetapkan sebagai kawasan bebas PKL. Pemkot menjanjikan gerobak untuk mengganti kios mereka yang dibongkar.

“Memang kita bongkar dulu agar bersih. Tapi setelah gerobaknya ada, kita berikan ke mereka,” kata Didik.

Selain dari pedagang yang terdampak penataan, proposal dari warga yang ingin memulai usaha kecil-kecilan pun tak kalah banyak. Bahkan dari 20 gerobak alumunium, Didik tak membantah bahwa hal ini akan menambah jumlah PKL di Solo. Namun hal itu tidak dipandang sebagai masalah.

Seperti diketahui, Pemkot Solo menyalurkan 20 gerobak alumunium usai Upacara Peringatan Ulang Tahun Provinsi Jawa Tengah di halaman Balaikota Solo. Dari 20 PKL yang menerima gerobak, hanya 6 yang merupakan PKL terdampak penataan. Selebihnya, sebanyak 14 unit, diberikan kepada warga Solo berdasarkan disposisi dari Walikota.

“Selama tidak berjualan di tempat-tempat atau jalan yang terlarang kan tidak masalah,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge