0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ahok Tak Hadir, Kuasa Hukum Buni Yani Bilang Tak Adil

Sidang Buni Yani (merdeka.com)

Timlo.net – Terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE, Buni Yani ingin mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bisa dihadirkan dalam sidang. Ketidakhadiran Ahok sebagai saksi kasus tersebut kembali disoalkan pengacara terdakwa.

Sidang ke sembilan kembali digelar di ruang Perpustakaan dan Arsip Daerah, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (15/8). Sidang dipimpin Majelis Hakim M Sapto.

“Sangat tidak adil yang mulia. Kami minta dihadirkan. Karena dalam catatan tersebut diduga tidak valid sesuai dengan pasal 162 KUHP. Yang bersangkutan (Ahok) tidak punya alasan untuk tidak datang ke sini,” kata kuasa hukum ‎terdakwa, Aldwin Rahadian dalam sidang.

Menurut terdakwa Buni Yani, kehadiran Ahok dirasa penting karena mantan politisi Golkar itu merupakan objek yang berpidato terkait Al Maidah ayat 51 dalam video yang diperkarakan. Dan akibat ucapan itu, Ahok ditahan dua tahun penjara.

Aldwin menambahkan, catatan BAP yang telah disumpah untuk mengganti kesaksian Ahok dinilai tidak objektif. Bahkan, alasan tidak bisa dihadirkan karena jarak jauh sangat diskriminasi terhadap Buni Yani.

JPU M Taufik menjawab kenapa Ahok tidak kembali hadir di sidang tersebut.

“Yang bersangkutan telah dipanggil tiga kali, namun tetap tidak diizinkan pihak Rutan dan tidak memungkinkan hadir,” ujarnya.

Pada sidang ke sembilan kali ini, sidang beragendakan pemeriksaan saksi memberatkan bagi terdakwa. Yang terdiri dari empat saksi yang di antaranya dari Digital Forensik, ahli agama, ahli bahasa dan Sosiolog.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge