0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Cari Air Bersih, Warga Angkut Jerigen Naik Perahu

Warga mendayung perahu sejauh 2-3 kilometer untuk mendapatkan air bersih (merdeka.com)

Timlo.net – Krisis air dirasakan sejumlah wilayah di tanah air. Seperti halnya ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Panikel, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, harus mendayung perahu sejauh 2-3 kilometer untuk mendapatkan air bersih. Kawasan itu tak memiliki sumber mata air sehingga kesulitan mendapat air bersih.

Camat Kampung Laut, Nurindra Wahyu mengatakan, untuk mendapat air bersih mereka harus menyeberangi Laguna Segara Anakan dan menuju Desa Klaces. Desa ini terletak di seberang dan merupakan bagian dari pulau Nusakambangan.

Di bagian pulau Nusakambangan inilah terdapat dua mata air yakni gua Adep-adepan dan Congor Asu.

“Kesulitan air bersih memang sudah sejak lama. Terutama paling terdampak di Panikel,” ujar Nurindra, Minggu (13/8).

Bagi sebagian warga di Kampung Laut, untuk mendapatkan air bersih mereka lantas memanfaatkan jasa nelayan. Untuk ongkos angkut dari mata air ke desa terdekat, Klaces semisal, biaya sebesar Rp 50 ribu. Sedang untuk desa terjauh yakni di Panikel di sisi utara Kampung Laut biaya Rp 150 ribu.

“Umumnya beberapa ember berisi air. Perahu dipenuhi ember-ember. Kisaran 500 liter mungkin untuk sekali angkut,” kata Nurindra.

Wilayah kampung laut sendiri memang berada di antara Laguna Segara Anakan, sehingga tak mudah mendapatkan bantuan air bersih bagi setidaknya 15.000 keluarga lewat angkutan perairan.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge