0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Orangtua Pindahkan Sekolah Korban

Karanganyar — Para orangtua korban berencana memindah anak-anaknya ke sekolah lain. Mereka tidak menginginkan trauma putri-putrinya berkepanjangan gara-gara teringat kejadian kelam di lingkungan sekolah madrasah itu.

“Keluarga korban syok. Mereka kepingin mencabut anaknya dari sekolah itu dan pindah ke selolah lain. Sampai sekarang, anak-anak itu jangan masuk sekolah dulu ke sana. Kami sedang memberi pendampingan psikologis,” kata Ketua Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak (KP2A) Karanganyar, Hadiasri Widyasari kepada Timlo.net, Senin (14/8).

Sebagaimana diberitakan, pencabulan itu diduga berlangsung di kelas saat kegiatan belajar mengajar (KBM). Bahkan, para korban diperlakukan tak senonoh di kursi guru, depan para murid lainnya.

Hadiasri sampai melibatkan psikiater dalam memulihkan trauma empat korban. Secara umum, kondisi traumatis masing-masing korban berlainan. Hal itu membuat masa pendampingannya bervariasi. Sejauh ini, treatmennya menyesuaikan kemauan korban.

“Menangani anak-anak dengan gaya mereka sendiri. Kita tidak boleh berlaku seperti menginterogasi. Kalau mereka maunya bermain, kita harus ikuti sampai mau menceritakan sesungguhnya,” katanya.

Hadiasri berharap tersangka dijatuhi sanksi berat, mengingat seharusnya pengajar tidak berlaku seperti itu. Hukuman berat bagi pelaku juga menjadi contoh penegakan hukum di Indonesia, khususnya bagi predator anak yang berkedok di balik institusi pendidikan.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge