0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Guru Cabul Dinonaktifkan

Ilustrasi (dok.merdeka.com)

Karanganyar — Perkara dugaan pencabulan empat siswi SD di sebuah madrasah di Karanganyar berbuntut panjang. Kantor Kementrian Agama langsung menonaktifkan tersangka AS (47) yang merupakan wali kelas sekaligus guru mata pelajaran.

“Yang bersangkutan (AS) langsung ditarik ke Kemenag (dinonaktifkan). Tidak boleh lagi mengajar di sana,” kata Kepala Kantor Kementrian Agama Karanganyar, Mustain Ahmad kepada Timlo.net, Senin (14/8)

Meski kasusnya sekarang di tangan polisi, namun Kemenag merasa perlu turun tangan. Selain menonaktifkan AS dari semua kewajiban mengajarnya, tim Kemenag Karanganyar juga mendatangi keluarga empat siswi kelas III madrasah itu untuk menyampaikan rasa prihatin.

“Kamis (10/8) sore dia (AS) dijemput polisi. Nah, kita pada Jumat (11/8) langsung menemui orangtua para korban. Kami benar-benar menyesal,” katanya.

Mustain memastikan status AS sebagai CPNS Kemenag bakal dicabut apabila terbukti bersalah di pengadilan. Padahal, tersangka baru saja diangkat CPNS pada 2016 lalu. Ia berharap tersangka diproses dan dijatuhi sanksi sesuai hukum yang berlaku.

“Kasus ini mempengaruhi. Pekerjaannya dicabut. Statusnya CPNS bisa dibatalkan,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, seorang guru madrasah di Karanganyar dilaporkan berbuat tidak senonoh terhadap empat siswinya di depan kelas. Para orangtua korban meminta tersangka dihukum berat.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge