0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Polisi Telusuri Aset First Travel

kantor first travel (merdeka.com)

Timlo.net – Polisi menyita aset biro perjalanan umrah dan haji, First Travel. Dari hasil pengembangan, polisi baru menemukan saldo Rp 1,3 juta yang tersisa, selain aset rumah dan kendaraan milik pemilik perusahaan.

“Harus ada kasus utama dulu, predikat crime, ya nanti setelah itu kita lihat, tetapi kan kemarin yang jadi masalah ketika dicek info terakhir saldo Rp 1,3 juta. Nggak mungkin menurut pelapor, oleh sebab itu Bareskrim sedang melakukan penelitian di perusahaan apa betul cadangan atau sisa saldo hanya tinggal Rp 1,3 juta,” beber Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto, di Gedung Divisi Humas Polri, Senin (14/8).

Hingga saat ini selain uang, polisi juga telah amankan rumah dan kendaraan roda empat.

“Kalau apa-apanya dan jumlahnya saya nggak hafal,” katanya.

Selain itu, kata Setyo, pihaknya juga telah amankan ribuan paspor yang diduga milik para jamaah First Travel. Atas temuan ini, Setyo meminta para jamaah untuk segera bersabar. Sebab, hingga kini ribuan paspor itu masih dibutuhkan dalam penyelidikan.

“Saya mengimbau masyarakat yang paspornya masih ada di First Travel, karena kemarin ada yang nelpon saya juga, kalau boleh paspornya dipulangkan. Saya mohon waktu karena masih diklarifikasi, dicek Bareskrim, setelah itu mungkin bisa dikembalikan,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak mengatakan, total sekitar 35.000 calon jemaah umrah dari First Travel gagal diberangkatkan ke tanah suci Mekkah, Arab Saudi. Menurutnya, jika dirupiahkan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Kuasa hukum First Travel, Eggy Sudjana mengaku tak tahu kemana uang tersebut. Sebab, dia mengaku baru dua hari menjadi kuasa hukum First Travel.

“Saya belum mengetahui dengan detail karena klien saya belum menceritakannya. Saya baru menangani dua hari. Saya belum bisa nanya-nanya kenapa-kenapanya,” katanya.

Dari kasus ini, Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan sang istri, Anniesa Desvitasari, yang menjabat sebagai salah satu direktur, telah diamankan pihak kepolisian. Atas hal itu, Eggy akan mengajukan pra peradilan.

[ded]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge