0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Lomba Jalan Pinguin, Penonton pun Terpingkal-Pingkal

Lomba Jalan Pinguin di Desa Gading, Kecamatan Tanon (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Kemeriahan lomba memperingati HUT Kemerdekaan RI hampir terjadi di seluruh daerah, dari perkotaan hingga desa. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun terlibat untuk ikut menyemarakkan pesta HUT RI ke-72 ini.

Seperti yang terjadi di Dukuh Karang, Desa Gading, Kecamatan Tanon. Belasan anak-anak mengikuti lomba “Jalan Pinguin” yang membuat penonton heboh saking lucunya. Pasalnya, peserta lomba yang rata-rata anak-anak usia TK dan sekolah dasar (SD) ini diminta jalan menirukan penguin.

Caranya, mereka dimasukkan ke dalam karung dalam posisi jongkok, kemudian ujung karung diikatkan di belakang leher hingga yang kelihatan hanya kepalanya. Kemudian kepala yang masih terlihat itu dipakaikan helm yang membuat tampak lucu.

Setelah semua siap, mereka diminta baris pada garis star untuk balapan Jalan Pinguin. Saat jalan sambil jongkok inilah terjadi kehebohan lantaran kelihatan lucu dan unik hingga penonton tertawa terpingkal-pingkal. Apalagi diantara mereka ada yang terjatuh dan tidak bisa bangun.

“Kalau sudah terjatuh, panitia terpaksa harus membantu dengan cara mengangkatnya,” kata Ketua Karang Taruna Desa Gading, Budi Santoso, Minggu (13/8) malam.

Dia menyampaikan, lomba Jalan Pinguin ini juga mengandung unsur pelajaran bagaimana anak-anak dibiasakan untuk memakai helm sejak dini. Terutama saat berkendara bersama orangtua mereka kendati hanya sebagai pembonceng, tapi tetap harus menggunakan helm standar SNI.

Selain lomba Jalan Pinguin, juga terdapat lomba panjat pohon pisang yang khusus diikuti oleh orang dewasa. Caranya, pohong pisang ukuran besar yang sudah dipotong tersebut di gantung pada bambu.

Kemudian batang pohon pisang itu diolesi oli agar licin untuk kemudian dipanjat oleh peserta sebanyak tiga orang setiap grupnya. Panitia menyediakan berbagai macam hadiah untuk jenis lomba ini, seperti sepeda gunung, baju, celana, bantal, uang tunai serta hadiah lainnya.

Supriyono, salah satu tokoh masyarakat Desa Gading mengatakan, lomba HUT RI tersebut sengaja digelar malam hari. Pasalnya di waktu tersebut semua warga bisa berkumpul dan berpartisipasi untuk memeriahkannya.

“Kalau siang hari khan ada yang bekerja. Anak-anak juga sekolah. Jadi malam hari biar semua bisa ikut,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge