0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Edarkan Sabu di Solo, Drajad Rakasiwi Dibekuk

Pelaku saat menjalani rilis kasus di Mapolresta Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Pengedar sabu yang kerap beroperasi di Kota Solo, akhirnya dibekuk anggota Satnarkoba Polresta Solo. Tersangka bernama Drajad Rakasiwi (32) dibekuk di tempat kosnya di Kawasan Kelurahan Nusukan RT06/ RW11 Banjarsari, Solo pada Rabu (9/8) petang.

“Barang bukti sabu seberat 9 gram berhasil ditemukan saat dilakukan penggeledahan di tempat kos tersangka,” terang Kapolresta Solo AKBP Ribut Hari Wibowo, Senin (14/8) siang.

Penangkapan bermula dari pengembangan kasus Narkoba yang ada di Kota Solo. Dari pengembangan yang dilakukan, muncullah nama Drajad Rakasiwi, warga Kampung Gumunggung RT03/ RW03 Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari. Saat dilakukan penangkapan, tersangka tak dapat berkelit lantaran ditemukan barang bukti diantaranya seperangkat alat hisap sabu, timbangan digital, handphone hingga sabu seberat 9 gram.

“Tersangka tak dapat berkelit saat anggota kami menemukan barang bukti,” jelas Kapolresta.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan polisi, tersangka mendapat barang haram tersebut dari seseorang yang berada di Lapas. Namun, saat ditelusuri keterangan tersangka tersebut tidak benar.

“Masih kami kembangkan terus. Kalau kemarin, dia ngakunya dapat barang dari penjara. Tapi, saat ditelusuri ternyata tidak benar dan tidak ditemukan orang dimaksud tersangka,” katanya.

Berdasarkan data dari kepolisian, tersangka pernah dibekuk dalam kasus yang sama tahun 2014 silam dan dijatuhi hukuman selama empat tahun. Setelah menjalani hukuman masa tahanan selama 2,5 tahun, tersangka menjalani bebas bersyarat selam 1,5 tahun. Namun, sebelum rampung masa bebas bersyarat tersebut tersangka mengulangi perbuatannya lagi.

“Saat ini tersangka masih menjalani bebas bersyarat, tapi mengulangi perbuatannya lagi. Tentunya hukuman yang dijatuhkan akan lebih berat,” jelasnya.

Sementara itu, pengakuan tersangka, dia tergiur dengan keuntungan untuk menjual barang ‘setan’ tersebut.

“Saya makai saja, gak menjual,” dalih pelaku.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 dan 112 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge