0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Widhi Handoko Usung Konsep Kontroversi

Widhi Handoko (foto: Tarmuji)

Wonogiri – Meski belum pasti mendapatkan restu dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, bakal calon gubernur Jateng ini tetap optimis menggelorakan konsep serta memperjuangkan perubahan nasib bagi petani dan nelayan. Dia tidak mempermasalahkan jika konsep yang diusungnya nanti bakal menjadi sebuah kontroversi.

“Sebagai pemikir besar, bicara optimis mungkin saya sejak lahir sudah paling optimis,karena optimis itu dapat dilihat dan diukur. Dari sisi ekonomi, pendidikan dan konsep ada di saya,” ungkap bakal calon gubernur Jateng dari PDIP Dr Widhi Handoko saat ditemui Timlo.net di Wonogiri, Sabtu (12/8).

Dosen tiga perguruan tinggi, Undip, Uninsula dan Akpol ini menyebut, jika restu atau rekomendasi dari ketua umu (Ketum) bagi dirinya tidaklah penting.

“Artinya, dapat rekomendasi atau tidak itu tidak penting bagi saya. Tapi saya yakin pemenangnya adalah partai saya PDIP,” kata dia.

Dia berharap agar konsep yang selama ini ia sosialisasikan di tingkat akar rumput tetap menggelinding. Konsep yang selama ini ia usung yakni konsep sejuta embung sejuta lumbung yang diklaim sebagai simbolik ketahanan pangan.

Garis besar konsep itu, dinilai akan mampu mensejahterakan nasib petani dan nelayan di Jateng.

Konsep kedua, lanjut notaris PPAT di Semarang ini, merupakan konsep paling kontroversi. Dimana ia menggagas adanya pemekaran wilayah atau menjadi tiga provinsi. Dia juga menilai, jika saat ini Jateng besar pasak daripada tiang.

“Kalau konsep saya ini bisa ditangkap, Surakarta itu sudah pantas jadi propinsi, Kerajaan Banyumas juga sudah layak jadi propinsi,” bebernya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge