0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Polisi Pastikan Razia Bentor Berlanjut

Kasat Lantas Polres Sragen AKP Dwi Erna Rustanti saat menertibkan bentor (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Satlantas Polres Sragen bersama Dinas Perhubungan dan LSM Forum Masyarakat Sragen (Formas) menggelar rapat koordinasi (Rakor) terkait penertiban becak bermontor (Bentor) di wilayah Sragen. Keberadaan bentor yang telah lama jadi persoalan kembali akan ditertibkan melalui Operasi Jaran Candi 2017 sesuai instruksi dari Dirlantas Polda Jawa Tengah.

“Penertiban bentor tetap akan kita lakukan. Karena saat ini kepolisian baru menggelar Operasi Jaran Candi 2017 terkait dengan kaus curanmor. Satlantas akan mendukung operasi itu,” kata Kasat Lantas Polres Sragen, AKP Dwi Erna Rustanti, Jumat (4/8).

Usai memimpin Rakor di ruang kerjanya, kepada wartawan Erna menyampaikan, pihaknya tetap bakal melakukan penertiban terhadap bentor. Baik bentor yang menggunakan sepeda motor ataupun mesin diesel. Kedua model bentor tersebut dinilainya tidak laik jalan dan melanggar ketentuan undang-undang.

“Terkait bentor diesel pada intinya tidak sesuai dan tak laik jalan. Kalau namanya becak kayuh itu ya tak bermesin. Karena itu tidak ada jaminan asuransi dan trayeknya sehingga memang tidak diperbolehkan,” terang Erna.

Lebih lanjut dia menjelaskan, saat ini Polda Jateng sedang menggelar Operasi Jaran Candi 2017 yang tujuannya untuk menekan angka curanmor. Selain itu juga banyak kendaraan yang digunakan atau diubah bentuknya menjadi bentor. Dari hasil razia sendiri, tujuh bentor yang diamankan dari Pasar Gondang, Kecamatan Gondang sebagian tidak memiliki STNK atau sudah mati pajak.

“Nanti itu boleh diambil tanpa dipungut biaya. Tapi harus dikembalikan ke bentuk semula, yang becak jadi becak kayuh, yang motor dikembalikan lagi jadi motor sesuai dengan aslinya,” papar Erna.

Sementara itu Ketua Formas, Andang Basuki mengaku bisa memaklumi kalau keberadaan bentor mesin diesel dinilai melanggar aturan. Pihaknya memang selama ini selalu mendampingi para pengemudi bentor diesel yang kebetulan berurusan dengan aturan lalu lintas.

Menurutnya, bentor diesel di kota Sragen yang jumlahnya sekitar 150 selama ini mentaati kesepakatan yang telah lama dibuat untuk tidak melewati Jalan Raya Sukowati.

“Kita punya komitmen bersama dengan lalu lintas, tadi untuk sama-sama mentaati kesepakatan yang telah berjalan,” ujar Andang.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge