0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Minuman “Setan” Masih Mendominasi Pekat di Solo

Minuman keras jenis ciu (dok.timlo.net/red)

Solo — Kasus penyakit masyarakat (Pekat) masih mendominasi di wilayah hukum Polresta Solo. Mulai dari perjudian, minuman keras (Miras) hingga prostitusi. Namun yang paling menonjol adalah Miras.

“Empat bulan terakhir di wilayah Laweyan ada 15 lebih kasus Miras,” ungkap Kapolsek Laweyan, Kompol Santoso, Jumat (4/8) siang.

Menurutnya, para “dewa mabuk” yang terjaring Operasi Pekat didominasi wajah lama. Mereka seakan tak jera dengan tindakan yang membahayakan diri mereka sendiri. Apalagi, sudah ada kasus yang mengakibatkan tewasnya peminum miras oplosan yang beberapa waktu lalu berhasil diungkap oleh jajaran Reskrim Polresta Solo.

“Mereka juga sudah kami berikan tindakan tegas. Tapi, seakan tidak kapok dan mengulangi perbuatannya kemabli,” kata Kapolsek.

Bahkan, lanjutnya, para penjual Miras di Kawasan Laweyan juga telah digasak untuk meminimalisir peredaran “minuman setan” tersebut.

Hal yang sama juga terjadi di Kawasan Polsek Serengan. Untuk menghindari hal tidak diinginkan yang diakibatkan miras, pihak Polsek Serengan meningkatkan patroli dan menghimbau masyarakat untuk menjauhi minuman keras. Pasalnya, Miras mampu memicu kejahatan, mulai dari kekerasan hingga pencurian.

“Kami telah mengintensifkan patroli untuk mencegah peredaran Miras di Kawasan Serengan,” jelas Kapolsek Serengan, Kompol Giyono.

Sementara itu, Kapolresta Solo AKBP Ribut Hari Wibowo mengatakan, pihaknya tidak segan untuk memberantas Pekat yang ada di Kota Bengawan.

“Saya tegaskan, Pekat dilarang di Solo. Jika masyarakat ada yang melihat tindakan Pekat, langsung lapor ke kami. Segera kami tindak lanjuti,” tegas Kapolresta.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge