0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Korban Penganiayaan Satpol PP, Akhirnya Meninggal Dunia

Korban penganiayaan di hutan karet Kedawung dievakuasi warga dan polisi (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Sri Pujiastutik (35), warga Kampung Sumengko RT 01, Kelurahan Sragen Tengah akhirnya meninggal dunia. Dia adalah korban penganiayaan yang dilakukan oleh suaminya sendiri dan dibuang di hutan karet, Kecamatan Kedawung pada Jumat (28/7) lalu.

”Kira mendapat informasi Tutik meninggal pada Kamis pagi sekitar pukul 09.00 akibat luka yang dideritanya,” kata Staf Humas RSUD dr Moewardi Surakarta, Nuraini, Kamis (3/8).

Dia menyampaikan, sebelum meninggal korban sempat dirawat di ruang ICU. Janazah baru diberangkatkan ke rumah duka sekitar pukul 12.30 WIB.

Sebelumnya Tutik sempat dirawat di RSUD dr Soehahadi Prijonegoro Sragen pasca dianiaya oleh suaminya, Agus Supriyo (44), anggota Satpol PP Pemkab Sragen dengan menggunakan linggis. Agus sendiri setelah menganiaya istrinya memilih gantung diri di rumah salah satu warga, Dukuh Kuwut RT 11 Desa Jetis, Kecamatan Sambirejo, Sragen.

Ketua RT 01 Kampung Sumengko, Suyitno mengatakan, pemakaman Tutik dilakukan sekitar pukul 15.30 WIB. Jenazah dikebumikan di Makam Manding, Kelurahan Sragen Kulon.

Suyitno menyampaikan, Tutik merupakan warga asli Kampung Sumengko. Selama ini dia dikenal cukup baik dan ramah. Selain itu juga aktif dalam kegiatan sosial. Sedangkan Suaminya, Agus Supriyo berasal dari Kecamatan Sambirejo.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge