0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ada Warga Menolak Imunisasi MR, Ini Langkah Pemerintah

Imunisasi MR (dok.timlo.net/raymond)
Sragen — Program vaksinasi measles rubella (MR) yang akan dilaksanakan pemerintah mulai Agustus – September ini dikhawatirkan mendapatkan penolakan dari masyarakat Jawa Tengah. Setidaknya ada tiga daerah di Soloraya seperti Karanganyar, Sukoharjo dan Solo masih ada kelompok masyarakat yang menolak.
“Menolak imunisasi dari kelompok tertentu. Alasannya tidak sakit tidak apa apa. Padahal imunisasi membentuk kekebalan tubuh dan kelompok, herder immunity,” kata Pengelola Program Imunisasi Dinas Kesehatan​ Provinsi Jateng, Budiyono, belum lama ini.
Menurut Budiyono, pemerintah kini tengah berupaya menggandeng berbagai pihak diantaranya pemuka agama, Kementrian Agama hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI). Langkah ini diambil untuk meyakinkan masyarakat, kalau vaksin itu halal dan sebagai upaya mempersiapkan generasi penerus yang sehat jasmani dan rohani.
“Pemerintah berupaya memberikan label halal pada vaksin dengan kerjasama antara MUI dan produsen vaksin,” jelasnya.
Salah satu dokter dari Puskesmas Masaran, dr Heny, saat acara Sosialisasi Kampanye vaksinasi​ MR di Pemkab Sragen mengaku, selama ini memang tidak sedikit warga yang dengan tegas menolak vaksin yang diproduksi di dalam negeri. Mereka beralasan bahan vaksin tidak halal, usai divaksin Balita justru rewel demam dan ada kekhawatiran orang tua dengan dampak vaksin.
Sementara Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam acara Sosialisasi Imunisasi MR di SD Negeri 1 Karangpelem, Kecamatan Kedawung, Selasa (1/8), sempat berang dengan masih adanya penolakan dari kelompok antivaksin. Bahkan Yuni sedikit mengancam dengan meminta warga yang menolak imunisasi MR untuk mengisi surat pernyataan bermaterai.
”Orang tua yang tidak mau anaknya diimunisasi MR harus mengisi surat pernyataan bermaterai. Sebab imunisasi MR adalah gerakan nasional, sehingga harus didukung masyarakat,” tandasnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge