0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Pengakuan Bocah Tersesat, Ternyata Sering Terjaring Razia

Bocah Tersesat, (foto: Tarmuji)

Wonogiri — Bocah asal Jawa Barat, Irvan Dwi Septiyani (8), yang mengaku tersesat sampai Wonogiri pekan lalu, dalam waktu dekat ini bakal dipulangkan kepada orang tuanya. Namun, ada hal yang mengejutkan, ternyata anak tersebut sempat keluar masuk panti rehabilitasi lantaran sering terjaring razia gepeng di Jakarta.

“Iya, memang awalnya dia mengaku tersesat ke Wonogiri hanya karena ingin menonton bus tingkat. Tapi, setelah kita interogasi, fakta yang diungkapkan sewaktu diamankan di Mapolres Wonogiri jauh berbeda dengan apa yang diutarakan saat ini,” beber Kasie Rehabilitasi Sosial Dinsos Wonogiri, Nur Nugrohowati saat dikonfirmasi Timlo.net, Senin (31/7).

Hal tersebut terkuak setelah pihaknya bersama lintas institusi hendak memulangkan Irvan. Saat itu, tim berupaya mengorek informasi lebih jauh tentang keluarganya. Bocah tersebut bersikukuh tak mau berkata jujur. Namun, dengan berbagai cara, akhirnya bocah tersebut memberikan informasi terkait jati dirinya dan keluarganya.

Pihaknya sempat kewalahan untuk mengorek keterangan, lantaran bocah itu jawabannya selalu berubah- ubah, bahkan bocah itu terkesan tertempa kehidupan jalanan.

“Informasi yang dulu itu hanya palsu. Seperti alamat yang katanya asal Bekasi, itu juga ngawur dan katanya ayah ibunya pergi ke Malaysia itu juga hanya rekayasa. Yang jelas anak itu pintar sekali. Dia itu, aslinya dari Kosambi, Tangerang, dia sempat pernah mengenyam bangku sekolah SD, dia juga ingat kalau punya kakak dan adik,” beber dia.

Lebih parah lagi, lanjut Nur, Irvan ini ternyata selama ini hidup dijalanan. Ia sudah sering terjaring razia gepeng di Jakarta. Bahkan, beberapa kali masuk panti rehabilitasi. Saat itu, ada informasi melalui salah satu televisi swasta dalam program reality show, akhirnya Irvan dijemput kedua orang tuanya.

“Katanya ia sempat terjaring razia gepeng, waktu itu diliput langsung oleh Net. TV, selanjutnya dibawa ke panti rehab di Klender, Jakarta Timur. Nah, melalui tayangan itu beruntung orang tuanya mengetahui dan langsung dijemput,” kata dia.

Setelah mendengar pengakuan jujur dari Irvan, informasi tersebut kemudian dilacak jajaran Polres Wonogiri. Bahkan polisi dapat berkomunikasi langsung dengan kedua orang tuanya. Langkah selanjutnya dilakukan koordinasi dengan Dishub dan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) untuk proses pemulangan bocah tersebut.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge