0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Siswa SMK Praktek Kerja Industri di Perajin Batik

Siswa SMKN 9 Solo sedang Prakerin (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Sejumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 9 Solo menimba ilmu dan mempraktekkan langsung membuat batik langsung dari perajin batik. Mereka adalah siswa-siswi Kelas XII dari Program Keahlian Kriya Tekstil dalam rangka melakukan praktek industri kerja (Prakerin) di Kampung Tegal Rejo, Kalurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Solo.

“Kami berlima melakukan prakerin di perajin batik Laweyan, mulai tanggal 4 Juli hingga 30 September 2017,” ungkap Geraldi Ananda, salah satu siswa SMKN 9 Solo peserta Prakerin kepada wartawan, di sela-sela praktek, Senin (31/7).

Kendati di sekolah mereka sudah dibekali dengan teori dan mempraktikkan membuat batik, menurut Geraldi, di tempat Prakerin, mereka mengaku belajar lebih banyak. “Ya ada beberapa yang di sekolah belum kami dapatkan, bisa kami dapatkan di tempat Prakerin ini, terutama pengalamannya,” ujarnya.

Geraldi bersama temannya, Choiria Nur Azizah, Diky Yuniadi, Dwi Joko Saputro, dan Muhammad Abdul Fattah dengan tekun sedang mempraktekkan pencoletan atau pewarnaan dalam proses membuat batik. Dalam sehari, Geraldi dan kawan-kawannya beraktivitas mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Sementara itu, Choiria mengaku, untuk Program Prakerin yang harus diikuti siswa-siswi Kelas XII, lokasinya tersebar di beberapa tempat. “Untuk Prakerin ini kami diterjunkan langsung ke industri. lainnya bisa juga di home industry atau industri rumah tangga seperti kami ini. Sebagian ditentukan oleh sekolah, tapi ada juga siswa yang memilih sendiri lokasinya,”ungkapnya.

Pada kesempatan itu, perajin batik Suparman mengatakan, selama mengikuti Prakerin, para siswa belajar memproduksi batik mulai dari awal sampai akhir. “Mereka membuat batik dari awal mulai dari membuat desain hingga batik jadi. Sebenarnya untuk teknik dasar pembuatan batik, mereka sudah menguasai karena materi juga mereka dapatkan dari sekolah, termasuk praktik-praktiknya. Di sini mereka tinggal mengembangkan teknik saja,” jelasnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge