0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peminat Perpustakaan Kampung Didominasi Anak-Anak

Perpustakaan (dok.timlo.net/red)

Solo — Membaca adalah salah satu budaya yang mencerdaskan. Namun tak semua orang gemar melakukan aktivitas literasi tersebut. Kendati begitu Pemerintah Kota Solo selalu mendorong kegiatan membaca dengan memfasilitasi perpustakaan kampung.

“Nyaris semua perpustakaan kampung yang dimiliki oleh pemerintah kota ini dipenuhi anak-anak. Orang dewasanya sedikit sekali. Padahal bahan bacaan yang ada cukup beragam,” kata Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kota Solo, Kinkin Sultanul Hakim, Senin (31/7).

Kinkin mengatakan prosentase peminjaman buku di perpustakaan kampung adalah 60 persen anak-anak dan sisanya orang dewasa. Hal ini berbeda prosentase jumlah pinjaman buku di perpustakaan kota yang mencapai 50 persen dewasa dan sisanya anak-anak.

“Kondisi tersebut sudah agak lebih baik. Dulunya tidak ada orang dewasa yang mau ke perpus kampung,” katanya.

Kurang berminatnya orang-orang dewasa untuk masuk ke perpustakaan kampung, menurut Kinkin, disebabkan adalah karena mereka menganggap perpustakaan kampung identik dengan tempat bermain anak-anak.

“Nah, anggapan ini harus diubah. Perpustakaan bisa nyaman untuk semua orang,” katanya.

Sebagai daya tarik bagi pembaca dewasa, Kinkin mengaku telah melakukan peremajaan buku-buku dan bahan bacaan yang ada di perpustakaan. Namun jika trik ini tetap tidak berhasil, dirinya justru akan mengoptimalkan buku-buku anak dan menarik bahan bacaan dewasa.

“Biar anak lebih optimal. Kalau orang dewasa bisa mengakses bacaan lewat perpustakaan kota,” imbuhnya.

Dikatakan, rata-rata perhari peminjam buku di 18 perpustakaan kampung tersebut mencapai 25-40 buku. Peminjamnya nyaris semua anak-anak usia sekolah. Beda dengan peminjam buku di Perpusda Solo yang mencapai 2900 buku perbulan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge