0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

90 Persen Anak Wonogiri Diklaim Telah Memiliki KIA

Antrean pemohon Adminduk di Disdukcapil Wonogiri  (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Wonogiri mengklaim telah mencetak hampir 90 persen Kartu Identitas Anak ( KIA). Bahkan, dengan prestasi itu, Pemkab Wonogiri pun meraih penghargaan dari pemerintah pusat belum lama ini.

“Ya, benar penghargaan itu memang diterima Pak Bupati dari Menteri PPPA. Tapi itu masih dalam satu tautan dimana Wonogiri memperoleh penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA),” ungkap Kepala Disdukcapil Wonogiri, Sungkono, Senin (31/7).

Menurut dia, program KIA di Wonogiri sudah berjalan sejak 2016 lalu. Hingga semester pertama tahun ini, Sungkono menyebut telah merampungkan hampir 90 persen KIA. Sedang untuk pembuatan KIA, diserahkan ke masing-masing daerah. Pembiayaannya bisa menggunakan APBN maupun APBD. Untuk blanko sendiri Kemendagri memberikan insentif 20-30 persen dari total penduduk yang sudah memiliki akta kelahiran.

“Memang dalam waktu 1,5 bulan kalau hitung-hitungan kita ya sudah 90 persen dari jumlah anak wajib akte di Wonogiri yang sudah memiliki KIA. Yang jelas keberhasilan program ini karena dukungan antusiasme warga sangat tinggi,” katanya.

Dia menyebut ,di akhir Juni, jumlah total anak wajib akte ada 232.628. Data tersebut sudah masuk dalam hitungan SIAK,dengan jumlah persentasi mencapai 86,46 persen. Namun demikian,berdasar data riil pihaknya jumlah total anak  wajib akte ada 241.633 atau sekitar 90,30 persen.

“Sebenarnya bisa saja jumlah anak wajib akte kita kebut tahun ini juga. Namun ada kendala yang menjadi tantangan percepatab akte, yakni soal geografis Wonogiri, kemudian kesadaran pentingnya arti dokumen itu sendiri dan juga harus adanya sosialiasasi akan pentingnya arti adminduk,” jelasnya.

Upaya percepatan kepemilikan KIA di Wonogiri, pihaknya melakukan berbagai terobosan. Salah satunya dengan mendekatkan pelayanan KIA terhadap masyarakat yakni program jemput bola. Hal itu dilakukan karena berkaitan dengan geografis dan juga ekonomi masyarakat. Bahkan, dalam satu tahunnya, ia menggagendakan dua kali pelayanan adminduk jemput bola di seluruh kecamatan di Wonogiri.

“Biar cepat, kita juga membedakan pelayanan. Untuk anak usia 0-5 tahun syarat pencetakannya KIA tidak pakai foto. Kemudian yang pakai foto untuk umur diatasnya hingga menjelang 17 tahun ,” bebernya.

Bahkan, pihaknya pun telah melakukan kerjasama dengan sekolah-sekolah dan juga PKK di tingkat desa. Pihaknya selalu menekankan terhadap warga masyarakat Wonogiri untuk lebih tertib dengan Adminduk (akte, KK, dan KIA). Seperti diketahui,segala proses adminduk di Wonogiri saat ini telah dibebaskan dari denda alias gratis.

“Bahkan, saat ini bagi anak yang baru lahir langsung mendapat pelayanan gratis tree in one. Dimana ketika keluarga mengurus akte lahir, ma otomatis dia akan menerima akte lahir, KIA dan juga Kartu Keluarga (KK) baru. Bahkan, kita juga mendorong kemudahan agar ketika bayi itu lahir dengan bantuan bidan desa bisa langsung dapat pelayanan ini, jadi bisa yang mengurusnya bidan desa yang membantu proses persalinannya ini,” tandasnya,

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge