0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembebasan Lahan untuk Kereta Bandara Diserahkan ke Pemda

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo berjalan menuju Terminal Tirtonadi dari Stasiun Balapan melalui Sky Bridge, Minggu (30/7) (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Kementerian Perhubungan menyerahkan masalah relokasi warga terdampak pembangunan jalur kereta bandara kepada Pemerintah Daerah (Pemda). Hal itu dilakukan lantaran Pemda lebih memahami wilayah dan masyarakat setempat.

“Masalah relokasi itu kita serahkan kepada Pemda. Saya tidak tahu,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai rapat di Terminal Tirtonadi, Minggu (30/7).

Menhub enggan menyebutkan kapan relokasi maupun pembebasan tanah warga tersebut rampung. Budi menyerahkan sepenuhnya masalah tersebut kepada pemerintah daerah.

“Masalah bagaimana dan kapan, tergantung Pemda,” katanya.

Sebagaimana diketahui, diperkirakan ada lahan seluas 7 hektar yang harus dibebaskan untuk pembangunan kereta bandara. Luasan tersebut setara dengan 20 persen dari total lahan yang dibutuhkan. Budi enggan membeberkan di daerah mana saja lahan yang harus dibebaskan tersebut.

Sementara itu, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, pihaknya belum mendapatkan data lahan yang terdampak pembangunan kereta bandara di wilayah Solo. Ia berharap untuk wilayah Solo, kereta bandara memanfaatkan jalur Balapan – Kalioso yang sudah ada. Pembangunan jalur baru dilakukan mulai dari Timur Lintasan Tol yang masuk wilayah Karanganyar.

“Tapi kita belum tahu pastinya ada atau tidak (hunian yang terdampak pembangunan). Kalau ada, saya sudah usulkan supaya pakai pola relokasi seperti yang di Bengawan Solo,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge