0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kemplang Uang Pembayaran Mobil, Anggota DPRD Dilaporkan Polisi

Ilustrasi uang (dok.timlo.net/gg)

Timlo.net — Anggota DPRD NTT Novianto Umbu Lende, dilaporkan ke Polda NTT oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Universitas Gunadarma Kupang, karena diduga telah menggelapkan sebuah mobil fortuner milik Daniel Umbu Danda.

Juru bicara LBH Gunadarma Kupang, Amos Lafu mengatakan, Novianto dilaporkan karena tidak mau melunasi sisah pembayaran yang telah disepakati yakni, Rp 300 Juta.

“Dia baru bayar Rp 50 juta sejak tahun 2015 lalu. Klien kami tidak buat perjanjian atau bukti karena klien kami masih ada hubungan keluarga dengan Novianto,” kata Amos, Minggu (30/7).

Ia menjelaskan, penggelapan mobil tersebut terjadi sejak Desember 2015 lalu. Novianto secara lisan meminta pemilik mobil agar menjual mobilnya kepadanya dengan harga Rp 300 Juta.

Dalam transaksi pertama, Novianto membayar uang Rp 50 Juta via rekening. Setelah itu, ia meminta BKBP mobil tersebut dengan alasan untuk balik nama dan pengurusan pajak, sehingga pemilik mobil pun mempercayainya.

Namun setelah itu, tidak pernah ada kabar dan Novianto mengaku telah mengklaim mobil tersebut sebagai hak miliknya, bahkan sulit dihubungi untuk melunasi sisah hutang yang ada.

“Saat itu adik klien kami datang dari Sumba dan pergi ke rumah korban di BTN Kolhua dan meminta pihak keluarga korban mengembalikan mobil tersebut kemudian istri dan anak Novianto setuju lalu memberikan kunci mobil tersebut. Namun sampai di pelabuhan Bolok, mobil tersebut ditahan oleh Pihak KP3 Laut atas perintah Novianto, sehingga mobil tersebut diamankan Polres Kupang hingga saat ini,” jelas Amos.

Ia menambahkan, Anggota DPRD asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu sudah hampir setahun tidak menunjukkan itikad baik untuk melunasi mobil tersebut, sehingga pihaknya melaporkan hal ini ke pihak berwenang.

“Kami telah melaporkan kasus ini ke Mapolda NTT dengan nomor : LP/B/254/VII/SPKT pada Sabtu (29/7) kemarin dan kami berharap agar kasus ini ditangani hingga tuntas,” jelas Amos yang didampingi ketua LBH Gunadarma Obet Djami.

Pihaknya berharap, Polres Kupang mengembalikan mobil tersebut karena proses penyitaan yang dilakukan tidak sesuai prosedur, bahkan tidak dilakukan BAP.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge