0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Permen Biji Pepaya Obati Cacingan

Candy Papaina produksi pelajar SMK Kesehatan Bintang Nusantara Karanganyar (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Obat-obatan herbal tidak selalu identik dengan rasa pahit dan ketinggalan jaman. Di tangan dua pelajar SMK Kesehatan Bintang Nusantara Karanganyar ini, biji pepaya berkhasiat mengatasi cacingan bisa disantap layaknya permen kesukaan anak-anak.

“Bahan dasarnya dari biji pepaya. Berkhasiat mengatasi cacingan, nyeri haid dan obat perut kembung. Namanya candy papaina berbentuk permen jeli warna-warni,” ujar Kepala Sekolah SMK Kesehatan Bintang Nusantara Karanganyar, Reno Moelia Sari Widyaningrum kepada wartawan, kemarin.

Dua siswi kelas XI jurusan farmasi sekolah ini, Upik Angela Pratiwi (16) dan Rahmawati Agustina (16), sukses mengkreasi obat herbal itu menjadi sajian kuliner ringan.

Secara fisik, tiada yang mengira permen jeli rasa jeruk dan melon segar memiliki khasiat menyembuhkan. Gumpalan jeli ditusuk mirip sate dan disajikan dengan kemasan plastik. Di bawah bimbingan guru pendamping, Fitri Solohah, ketiganya mantap menawarkan produk itu ke khalayak. Diceritakan Fitri, cara pembuatan candy papaina sangat sederhana. Yang diperlukan hanya ketekukan.

Awalnya, bersihkan biji pepaya sampai selongsongnya benar-benar terkelupas. Kemudian menjemurnya di bawah terik sinar matahari. Tahap selanjutnya menghaluskan biji yang telah kering itu lalu dilarutkan air secukupnya dan disaring. Nah, larutan itu menjadi bahan utama ramuan setelah ditambah bubuk jeli, gula pasir dan gelatin.

“Larutan berbagai campuran itu dimasak sampai mendidik. Lalu dimasukkan ke cetakan. Disimpan semalam di freezer kulkas. Sajikan setelah padat,” kata Fitri.

Tambahan citarasa jeruk dan melon memberi rasa manis Candy Papaina. Cara menyajikannya cukup menarik, yakni permen jeli ditusuk seperti sate. Permen rasa buah-buahan itu berwarna cerah seperti kuning dan hijau.

“Alatnya sederhana. Idenya yang luar biasa. Sejauh ini masih dipasarkan di lingkungan sekolah. Namun rencananya akan didaftarkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) karena masuknya obat herbal,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge