0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Aria Bima : Modernisasi Petani Garam Perlu, Tapi Jangan Terlalu Cepat

Aria Bima saat ditemui di Solo (timlo.net/heru gembul)

Solo — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI mendorong pemerintah untuk memfasilitasi petani garam dengan teknologi tepat guna. Sebab disinyalir kondisi kelangkaan garam yang terjadi saat ini lantaran kurangnya produksi garam ditingkat petani yang disebabkan oleh faktor cuaca.

“Ya dulu kan ada pernyataan modal negara untuk membantu petani garam dalam bentuk perlak (karpet). Sebesar Rp 200 Miliar untuk program perlakisasi itu,” ungkap Aria Bima saat berkunjung ke Solo, Minggu (30/7).

Dikatakan bahwa petani garam memang membutuhkan sentuhan teknologi yang lebih maju dibanding proses produksi yang dilakukan sekarang. Seperti program perlakisasi ini, petani agar lebih sedikit membutuhkan sinar matahari dari pada petani tanpa perlak. Dengan begitu ketergantungan terhadap cuaca (sinar matahari) bagi proses produkai garam bisa sedikit terkurangi.

Dirinya juga mengatakan teknologi yang digunakan bagi petani garam harus sesuai dengan guna dan fungsi sehingga menghasilkan produkai yang efisien. Namun modernisasi teknologi ditingkat petani yang terlalu cepat, bisa mematikan tenaga kerja ditingkat petani.

“Tetapi juga jangan lupa, bahwa terkadang kemampuan petani sulit untuk berubah. Ini juga menyangkut tentang tenaga kerja manusia. Kalau teknologi terlalu cepat masuk nanti pengangguran akibatnya.” kata dia.

Karenanya politisi PDI perjuangan ini meminta pemerintah untuk berhati-hati dalam menetapkan kebijakan dalam mengatasi langkanya garam. Sebab alih-alih bisa mengendalikan harga ditingkat konsumen, kebijakan yang kurang tepat bisa menyebabkan petani garam merugi, bahkan gulung tikar.

“Karena garam ini bukan merupakan barang yang bebas, melainkan barang yang harus diatur kebutuhan dan pasokannya. Makanya ketika memutuskan kebijakan hendaknya tidak hanya mengatasi lonjakan harga yang ada dikonsumen, melainkan juga mempertimbangkan kepentingan produsen. Karena dua-duanya harus di lindungi,” katanya.

Seperti diketahui harga garam konsumsi di pasaran membumbung tinggi. Hal ini membuat pemerintah bertindak cepat dengan upayanya yakni membuka kran impor bagi garam konsumsi.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge