0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pemerintah Diminta Tegas dalam Pembatasan Kran Impor Garam

Aria Bima saat ditemui di Solo (timlo.net/heru gembul)

Solo — Pemerintah diminta bersikap tegas dan memberikan batasan yang jelas terhadap kebijakan impor garam produksi dan garam konsumsi. Hal tersebut diharapkan mampu mencegah penyelewengan penggunaan garam produksi untuk garam rumah tangga, begitu juga sebaliknya.

“Garam ini termasuk produk yang diatur, baik produksinya hingga distribusinya. Garam konsumsi kita swasembada. Garam industri kita masih ketergantungan kuat dengan impor. Nah sekarang bagaimana diatur agar saat surplus garam produksi tidak merembes ke garam konsumsi, dan juga bagaimana saat minus garam produksi tidak memakan garam konsumsi.” kata dia, Komisi VI DPR RI Aria Bima, Minggu (30/7).

Dikatakan bahwa kondisi kelangkaan garam konsumsi yang saat ini terjadi disinyalir akibat adanya kesimpangsiuran garam yang ada di pasaran.

“Sehingga harga garam jadi tidak karuan seperti ini. Ada kecurigaan seperti itu, karena pernah ada kasus impor garam produksi tetapi tercampur dengan garam beryodium (garam konsumsi). Kemudian jadi pada ribut itu petani garam,” lanjutnya.

Ditanya mengenai langkah pemerintah dengan membuka kran impor bagi garam konsumsi, dirinya berpendapat bahwa seharusnya negara tidak hanya berfikir tentang mengendalikan harga ditingkat konsumen, melainkan juga memikirkan kebijakan yang bisa menjaga dan melindungi petani garam.

Dia juga menyoroti beberapa regulasi terkait siapa yang harus mengawasi distribusi haram ditingkat petani, serta lembaga yang bertanggungjawab terhadap kalkulasi defisit garam ini. Selain itu dirinya pun menyorot tentang jumlah garam yang harus di impor, siapa yang berhak melakukan impor, serta berapa lama negara membuka kran impor.

“Nah disinilah letak perlunya koordinasi antara lembaga terkait yakni Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, serta Menteri Kemaritiman. Karena memang dalam kondisi tertentu (seperti sekarang ini) membutuhkan garam konsumsi impor. Namun tanpa penempatan yang jelas dan pengawasan, sehingga pengendalian harga itu akan bisa dikendalikan,” kata dia.

Seperti diketahui harga garam konsumsi di pasaran membumbung tinggi. Hal ini membuat pemerintah bertindak cepat dengan upayanya yakni membuka kran impor bagi garam konsumsi.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge