0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tiap Calhaj Mendapat Uang Bekal 1.500 Real

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Sri Ilham Lubis memberikan living cost secara simbolis kepada salah seorang jamaah haji (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Setiap calon jamah haji (calhaj) mendapat uang living cost atau uang bekal senilai 1.500 real atau setara dengan Rp 5 Juta. Uang tersebut, untuk berjaga-jaga saat calhaj berada di tanah suci menjalankan ibadah haji.

“Penyerahan uang ini sifatnya untuk jaga-jaga. Karena ada beberapa hari dari H-4 (empat hari menjelang wukuf) dan satu hari setelah Nafar Sani (keluar dari Mina setelah lempar Jumrah) para jamaah ini tidak mendapat jatah makan,” terang Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Sri Ilham Lubis di sela kegiatan penyerahan simbolis living cost di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Minggu (30/7) siang.

Dengan tidak diberikannya jatah makan pada waktu tersebut, kata Ilham, para jamaah haji dapat menggunakan uang bekal tersebut untuk mencukupi kebutuhan mereka. Pemberian uang bekal yang dilakukan dalam bentuk mata uang Real Arab Saudi. Sehingga, mereka tidak repot lagi untuk menukarkan uang jika mau dibelanjakan.

“Bentuknya sudah Real Arab Saudi, sehingga mereka tinggal membelanjakannya saja,” jelas Ilham.

Pihaknya menghimbau kepada calhaj untuk menjaga baik-baik uang tersebut. Jangan sampai, uang bekal tersebut digunakan untuk berbelanja selain untuk kebutuhan yang mendesak berkaitan dengan ibadah haji.

“Intinya jangan boros. Kurangi pembelian barang yang tidak diperlukan, sehingga living cost bisa bermanfaat,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge