0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Kekerasan Diksar Mapala UII

Teliti BAP, Jaksa Tekankan Peran Enam Tersangka

Karanganyar – Jaksa peneliti berkas acara pemeriksaan (BAP) kasus kekerasan diksar mahasiswa pecinta alam (Mapala) UII Yogyakarta jilid II menekankan peran enam tersangka harus dimuat secara detil di dalamnya. Jaksa mewanti-wanti perbaikan berkas itu jangan sampai berlarut-larut.

“Alat bukti dengan keterangan saksi harus sinkron dengan porsi tindakan mereka. Visum maupun autopsi menjadi hal terpenting,” kata Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Karanganyar Toni Wibisono kepada wartawan di kantornya, Jumat (28/7).

Dalam penyidikan kasus itu, enam staf operasional kepanitiaan diksar ditetapkan tersangka. Yakni DK alias J, NAI alias K, HS alias G, TN alias M, RF alias K dan TAR alias R.

Mereka diduga ikut andil menganiaya tiga korban tewas peserta diksar, Syaits Asyam, Ilham Nurfadmi Listia Adi dan Muhammad Fadli serta melukai 34 peserta lainnya. Dalam kasus jilid I, terdakwa Wahyudi dan Angga sedang disidangkan.

“Dilimpahkan untuk kali kedua BAP dari penyidik ke jaksa pada Senin (24/7). Kini masih diteliti dalam waktu 14 hari. Tidak banyak yang dibenahi. Penekanannya pada penjelasan apa yang dilakukan enam tersangka dan ke bagian fisik mana? Itu disinkronkan dengan bukti surat seperti visum medis,” katanya.

Ia tak menginginkan kalah di pengadilan gara-gara dakwannya dianggap tidak fokus. Sebagaimana diketahui, dua kasus tersebut identik pada locus delicti dan korban. Masing-masing tersangka diduga melakukan beragam tindakan penganiayaan seperti memukul, menampar dan menendang.

“Majelis hakim menginginkan persidangan bisa selesai maksimal 5 bulan. Maka dari itu, kelengkapan berkasnya dikebut,” katanya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge